Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cerpen. Tampilkan semua postingan

Koleksi Cerita Pendek Tentang Cinta (Romantis, Sedih, Persahabatan, Islami & Motivasi)

Hobi baca cerpen? Spesial bagi para penggemar cerpen khususnya cerpen cinta, disini bisa kalian baca koleksi cerita pendek tentang cinta (romantis, sedih, persahabatan, islami) dan sebuah cerpen motivasi.

Penasaran seperti apa kisah percintaan dari semua cerita singkat di bawah ini? Yuk langsung saja baca satu per satu Cerita Pendek Tentang Cinta dan motivasi berikut ini, cekidott:

Cerpen Cinta

Cerpen Cinta Pertama: Cinta Pertamaku yang Abadi

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek terbaru tentang cinta pertama (first love) dengan judul "Cinta Pertamaku yang Abadi" karangan Erindah Chriestika.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan

Cerpen Motivasi : My Dream Comes True

Untuk menambah koleksi cerpen terbaru di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek tentang motivasi yang berjudul "My Dream Comes True" karangan Badriyah Handoko.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke bro/sis...

Cerpen Persahabatan : Kupilih Sahabat Dibanding Dia

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek terbaru tentang cinta dan persahabatan yang berjudul "Kupilih Sahabat Dibanding Dia" karangan Jihan Astriningtrias.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan

Cerpen Cinta Dalam Hati - Kisah Singkat tentang Cinta

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek tentang cinta dalam hati karangan M. Taufiqi Sholehudin.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke bro/sis.. Penasaran seperti apa kisah

Cerpen Cinta : Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek cinta yang bertepuk sebelah tangan (cinta tak terbalas) karangan Adella Febrianti S.P.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke bro/sis..

Cerpen Cinta Segitiga : Hati Munafik yang Berbicara

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek cinta segitiga (cinta dua hati) dengan judul "Hati Munafik yang Berbicara" karangan Sabrianah Badaruddin.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca

Cerpen Cinta Islami : Aku, Lenteraku dan Mataharinya

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek cinta bernuansa islami dengan judul "Aku, Lenteraku dan Mataharinya" karangan Siti Mas'ulah.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke

Cerpen Cinta Sedih : Semua Tinggal Kenangan

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek cinta sedih (menyakitkan) dengan judul "Semua Tinggal Kenangan" karya Siti Mujiati.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke bro/sis..

Cerpen Cinta Romantis : Rahasia di Balik Sang Mantan

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek tentang cinta romantis dengan judul "Rahasia di Balik Sang Mantan" karya Meri Andini.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke bro/sis..

Cerpen Cinta Sedih : Aku Ingin Tetap Melihatmu

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek tentang cinta yang sedih dengan judul "Aku Ingin Tetap Melihatmu" karya Veronita Wijaya.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke bro/

Cerpen Cinta: Andai Saja Waktu itu dapat Kuputar Kembali

Untuk menambah koleksi cerpen cinta di blog Enetter.blogspot.com ini, berikut kami share lagi sebuah cerita pendek tentang cinta yang berjudul "Andai Saja Waktu itu Dapat Kuputar Kembali" karya Veronita Wijaya.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Oke

NEW! Kumpulan Cerpen Lucu Paling Konyol dan Gokil

Ingin ketawa? Baca yuk kumpulan cerpen lucu terbaru 2013 atau cerita pendek paling konyol, kocak dan gokil banget ini, insyaAllah bisa mengobati rasa jenuh, bosan, penat, galau, sedih, dan stress anda. :)

Selain cerita lucu ini, perut anda siap dik0c0k lagi oleh konten humor kami yang lainnya seperti; sms lucu alias kata kata lucu, pantun lucu, video lucu terbaru, video bayi lucu, foto lucu

NEW! Kumpulan Cerpen Cinta Sejati & Romantis, Seru!

Hi cinta... Bagi kalian yang senang dan hobi membaca sebuah cerpen khususnya cerpen cinta, disini bisa kalian baca beberapa cerita pendek romantis, kisah sedih, cinta sejati, persahabatan, cerpen motivasi dan islami.

Selain cerita singkat bertema asmara ini, ada pula puisi cinta, puisi romantis buat pacar dan kata kata mutiara cinta. Jika anda sedang kasmaran, sangat disarankan untuk dibaca.  :)

Kisah Pedih

Sambungan dari Cerpen Kisah Pedih - Disisi lain, ira dan aku semakin deket sampe muncul panggilan” lucu buat kita. Waktu itu akku panggil dia dengan sebutan “cweety”, begitu juga sebaliknya. Aku yang selama kenal dia blum tau dimana rumahnya, jadi aku coba buat nyari dimana rumahnya karena kebetulan waktu itu babe minta anter ke banyuwangi kota karna ada kepentingan di kantor pendidikan. Waktu itu kebetulan masih dalam suasana hari raya kurban, jadi disekitar rumahnya banyak banget orang jualan kambing, selain itu karna rumahnya bersebelahan dengan SMK PGRI yang sedang ada acara, jadi suasana sekitar rumahnya rame banget dan banyak orang jualan dipinggir jalan. Lama nyari akhirnnya aku nemuin rumahnya, tapi aku malu banget n lum siap maen kerumahnya, jadi aku Cuma merhatiin dari jauh. Eh, lama merhatiin, tiba” ada dani nimpuk dari belakang. Bener” gak nyangka waktu itu, kenapa n ngapaiiiiin bisa ada si kacrut itu disini. Ternyata si dani lagi jalan” sama cewek barunya, makanya tiba” nongol disitu.

Abis lama ngobrol disitu, si dani pulang n aku ditelfon babe, suruh jemput dia karena urusannya udah kelar semua. Lalu aku berangkat lagi ketempatnya si babe, sesampainya disana babe tanya “abis darimana aja ko ilang..???”, ya aku jawab aja abis jalan” muter” kota ketimbang suntuk nungguin, lalu kita pulang.

Kisah Pedih
Kisah Pedih

Seminggu kemudian aku pulang lagi kerumah, soalnya ira juga pulang waktu itu. Lalu keesokan harinya aku iseng jalan” kebanyuwangi lagi n gak tau kenapa kok rasanya pengen banget tau ira lagi ngapain. Pas waktu itu aku sms dia, katanya dia lg sama cowoknya di SMP tempat cowoknya kerja, karena katanya dia lagi ngelatih drumband.
Langsung aku pergi kesana dan setelah nyampek sana aku nunggu diluar sekolah, berharap liat dia dari luar, tapi 2jam nunggu kok gak keluar”, yaudah aku tinggal pulang aja soalnya udah jam5 sore.

Pas nyampek rumah aku sms ira dan ternyata ira udah keluar dari sekolah sebelum aku nyampek sekolah itu, soalnya dia diajak cowoknya kencan di salah satu tempat wisata di banyuwangi. (apes banget aku)

Aku langsung balik kerumah dan keesokan harinya aku balik kejember, begitu juga ira. dijember kita bareng” lagi dan malemnya kita jalan bareng sekalian cari makan. Lama ngbrol sambil makan ira tanya.

Ira : yudi, kmren kamu kebanyuwangi ya..??

Aku : iya, kmren nganterin babe ke kantor

Ira : kekantor pa nungguin aku ddpan skul cwokq..??

Aku : Lah,ko tau..??

Ira : yaiyalah, mas dani bilang sama aku

Aku : och,gitu ya....hehehehehe,,5f ya,jd ketauan lok bo’ong..

Ira : ya kamu gak sms q dulu, aku kan gak tau...

Abis itu kita pulang dan hari” setelahnya kita tetep slu bersama dan semakin dekat. Setelah masa pertemanan yang gak jelas selama ±3 bulan, tiba” ada kabar yang gak enak tapi gembira juga sih. Waktu itu aku kebetulan lagi dirumah, terus ada dani sms n nyuruh aku cepetan kerumah ira, setelah aku nyampe rumahnya ternyata ira n dani masih keluar belum pulang. Gak lama mereka pulang n ira nangis gak karuan, ternyata mereka abis dari rumah nira n disana ira n cwoknya lagi ribut hebat coz dani juga kesangkut.

Waktu itu suasana dirumah ira bener” galau n gak enak banget cz ada yang lagi sensi banget, nah abis itu si dani nyuruh aku buat hibur si ira, katanya biar dia gak sedih terus n lupa sama kejadian tadi. Bukannya maksud gak mau menghibur, tapi aku emang speeclesh wktu itu, bener” gak tau mau ngapain. Gak lama kemudian orang” yang ada dirumah itu malah godain aku sama ira, yaudah yang ada kita sama” malu lah...ketawa” bareng jadinya. Keesokan harinya kita semua udah balik kejember. Dijember kita ajak jalan” ira n becanda” bareng, biar dia gak sedih terus karena kjadian kemaren.

Setelah beberapa hari kita coba kembaliin keadaan, tiba” ira sms aku yang waktu itu posisi di kamar dani, “yudi, kamu jangan suka sama aku..!!”, abis itu dia gak sms lagi dan smsq juga gak dibales, karna aku merasa semuanya membingungkan n penuh tanya “kenapa..??”, aku jadi kemakan emosi n gak sadar bogemq kelempar gitu aja tepat dikardus depanq. Karena dani kaget liat aku yang kayak gitu, dia tanya” aku kenapa, tapi q yang udah males ngomong Cuma bisa nunjuk hape, lalu dani liat sms ira dihapeq. Gak lama dia langsung ngebut kekosnya ira dan pengen tau maksud dari sms tadi. Gak lama dani ngajak ira kekosnya buat ngejelasin maksud dari sms itu ke aku, biar semua bisa lurus lagi. Dengan wajah polos n gak tau mau ngomong apa ditambah kolor pendek warna merah yang memalukan aku temui ira diteras depan n duduk disamping dia. Gak lama ira tiba” nangis dan langsung ngomong kalo dia bukan wanita yang tepat buat aku, dia bilang aku salah pilih dia dan dia bilang kalo dia bukan wanita yang baik buat aku. Tapi aku Cuma bisa diem, karena aku gak tau mau ngomong apa, ini pengalaman pertamaq membincangkan hal semacem ini sama cewek. Lalu gak lama aku ijin ketemu dani, minta dia biar ngomong ke ira dan gak lama mereka ngobrol dani nganter ira pulang kekosannya. Tapi setelah selang satu hari gak tau kena apa hubungan kita kembali baik dan bisa becanda lagi kaya orang bego biasanya.

Dan akhirnya hari gak nyangka sedunia dateng. Hari itu hari kamis, sekitar jam setengah 11 pagi si dani sms, dia bilang q suruh kekosx cepet cz dia lagi butuh bantuan n penting banget, karna q yang emang kebingungan, abis kuliah kelar aku langsung melesat kilat kekosnya dani. Hampir nyampek kosnya q sama dani salipan dijalan, aku yang bingung langsung tanya “katanya penting,,??”, terus dani bilang “udah, kekamar dulu aja,tunggu situ”. Aku yang bingung Cuma bisa plonga-plongo n lanjut nunggu dia dikamarnya, setelah aku nyampek kamarnya, aku kaget banget cz ternyata ada ira didalem sndirian. Aku tanya dia katanya dia juga suruh nungguin bentar cz dani mau kuliah dulu. Denger ira bilang gitu perasaanq jadi gak enak n mulai curiga. Gak lama kita ngobrol dikamar si dani sms, n emang bener” kampret tu anak, ternyata dia sengaja ngejebak kita berdua dikamar n dia bilang “sory q sengaja, aku pengen ngasih waktu buat kalian n ngasi kesempatan nembak ira, kalo gak cepet” ditembak, si ira bakalan jadi milik orang laen, karna ira gak biasa ngejomblo sampe 3 hari”, karena aku kemakan omongannya si dani, aku jadi nekad aja nembak ira meskipun gak pake kata” teratur waktu itu. Jadi langsung aku bilang,

Aku :MMmmmmm....ira,

Ira :Apa..??

Aku :Mmmmm....itu,,,,,,,apa..??duh(akting kaya orang ngajak ngobrol biasa)

Ira :Apa sih...

Aku :itu lho.....apa...Mmmm....(langsung nutup muka pake guling)...KAMU MAU GAK JADI PACARQ....?????

Ira :Mmmm....iya

Aku :Ha....

Mau...

Iya ta...??

Hahahahahaahahaha.....(seneng bangeet gilaaaaaa)

Itu bener” pengalaman pertama n bener” sejarah dihidupq. Pertama kalinya aku punya wanita yg membuatq berstatus pacaran. Pada saat itu juga terpikir janji pada diriku sendiri untuk tidak akan bertengkar seperti pasangan” lain yang sering aku lihat, aku janji untuk selalu optimis menyelesaikan apapun masalah kita dengan tenang, meskipun aku tak tau apakah ira punya pemikiran yang sama sepertiku, aku telah menjanjikan itu pada diriku sendiri. Setelah itu kita pun selalu berdua dalam hal apapun, makan, minum selalu satu gelas berdua, jalan”, belanja, berangkat kuliah, saling mengingatkan, saling berpegangan baik tangan maupun hati, sama” suka film korea, sama” asli banyuwangi, punya helm n hape yang sama n babe kita sama” seorang pengajar yang baik.

Dan tepat hari sabtu kita sama” berada dibanyuwangi karena libur, jadi aku ingin maen kerumahnya ira (si pacar pertamaq), walaupun sedikit ragu karna aku belum pernah ketemu babenya (!##!%#%@!$%@mungkin galak, mungkin bakal diusir, mungin gak setuju aku macarin anaknya!#$$%#^@^#^&%^$%). Pas waktu nyampe rumahnya ternyata babenya lagi dirumah belakang, jadi setelah istrinya meninggal babenya tinggal dirumah belakang dan rumah depan hanya buat anak”nya. Gak kerasa hari udah sore dan aku mau balik kerumah, pastinya harus pamit sama calon mertua juga donk dan ternyata babenya ramah banget dan kalem, jadi makin yakin lah aku buat ngejalanin hubungan ini.

Hubungan kamipun berlanjut dan sesuai harapan kami, kami tak pernah ada cekcok, kami selalu kompak dan rame. Bahkan teman” kami menganggap kami pasangan aneh karena hanya ada tawa dan saling menyanyangi dalam hubungan kami. Banyak teman ataupun orang lain yang iri dengan kelakuan kami, bahkan tak sedikit yang ingin bisa menjalani hubungan seperti kami dan juga iri dengan aku yang bisa mendapatkan wanita secantik dia sampai bertanya kapan kami putus...hahahahahaaha, itu semua akibat dari kelucuan kami. Aku selalu berusaha menjadi bagian dari dirinya, saat dia senang akupun senang, saat dia kesulitan akupun membantunya, saat dia butuh akupun selalu berusaha hadir dengan cepat, saat dia ingin pergi kemanapun aku selalu berusaha mengantar dan menjemputnya tepat waktu (tak pernah peduli hujan, panas, dingin bahkan petir), semua seakan tak pernah terasa berat hanya untuk bisa memandangnya lagi untuk tersenyum. Bahkan saat dia menangis akupun tak terasa ikut meneteskan air mata.

Dia dulu amat sangat sering merindukan ibunya yang udah gak ada, itu salah satu alasan aku kenapa ingin selalu ada untuknya saat apapun. Berselang beberapa bulan kita berhubungan, terdengar cerita dari ira, katanya babenya mau nikah lagi dengan seorang janda muda namanya “Yanna”, ternyata ira dan adek”nya gak setuju dengan kabar itu karena terdengar kabar bahwa wanita itu bukan wanita baik” dan terpikir bahwa wanita itu memakai susuk untuk menarik perhatian babenya ira dan ira pun terpengaruh kabar itu. Tapi faktanya babe ira tetep nikah sama wanita itu, dan benar saja wanita itu cuek sama anak’ tirinya dan entah kenapa seakan” babenya ira berubah sedikit cuek juga sama anak”nya dan itupun berlanjut sampe sekarang.

Meskipun tak pernah ada kekerasan, tapi anak”nya selalu kontra hingga sekarang dan itu sedikit mengganggu kehidupan mereka Dari hari, bulan hingga tahun kita masih seperti biasannya, dan selalu baik” aja. Hingga suatu hari kita sepakat buat masak sendiri (aku masak nasi dan dia yang masak sayur lauknya), dia pinter banget masak, menu yang paling aku suka itu omelet sama oseng tempe alang”, ..hahahahaha, dan karena pinternya dia masak, kayaknya perasaanku malah nambah terus ke dia dan aku semakin yakin kalo ira itu yang pertama sekaligus yang terakhir, meskipun aku gak tau apa perasaan dia juga sama kaya aku.

Tepat semester 5, mata kuliah kita pun udah ganti dan di semester ini banyak banget senior ira yang agak goblok dan ngulang banyak mata kuliah yang sama dengan ira, jadinya mereka sekelas. Siang sekitar jam 11, ira sms katanya dia gak pulang tepat waktu karena ada kerja kelompok ditempat temannya. Gak lama dia sms lagi, katanya dia mau pulang kekosan bentar karena ada buku yang mau diambil, tapi dia gak mau aku jemput karena ada temennya yang mau nganter inisial “H”, aku yang sedikit agak panas waktu itu cuma bisa ngijinin aja, karena bagaimanapun juga ira udah ijin, jadi aku menghargai itu dan itu terus-terusan sampe beberapa minggu.

Sampe sekitar sebulan aku mulai ngerasa gak enak dan gak nyaman karna ira terus-terusan kaya gitu dan semakin lama ira juga cuek sama aku, jarang smsan, gak pernah ngasi kabar kalo gak ditanya, jarang mau ketemu aku dan alasannya selalu sama “kerja kelompok”, padahal sebelumnya dia kemana” slalu minta aku yang nganter termasuk kerja kelompok, bahkan kadang aku nemenin sampe dia kelar kerja kelompok. Sejak saat itu, ira perlahan berubah sikap, bahkan dia lebih gampang emosi dari biasanya, tapi aku masih berusaha berpikir positif aja waktu itu dan emang gak bisa ngapa”in karena yang dia kerjakan adalah menyangkut aktivitas kampus.

Semakin lama ira bareng orang itu, semakin jauh ira dari aku, seakan” dia udah ngerasa gak punya pacar lagi dan semakin bebas menggunakan alasan “kerja kelompok” buat sama anak itu lagi, kemana” bareng, kemana” minta anter jemput cecunguk itu dan apapun kegiatan ira selalu ada ceceunguk itu. Dari situ aku udah gak bisa sabar lagi dan aku tanya ira alasan yang jujur kenapa bisa terus sama anak itu, dan dia Cuma jawab “karena dia 3 mata kuliah satu kelompok sama aku dan tugas kita selalu sama, jadi aku minta tolong dia biar aku gak ngerepotin kamu terus”.

Alasan itu jelas” gak bisa nutup tanyaku, karena aku gak pernah sekalipun merasa repot walaupun aku sering makan waktuq sendiri buat dia, bahkan aku ngerasa seneng karena aku bisa slalu ketemu sama dia, jadi kenapa harus dianggep merepotkan..??? sedikitpun aku gak pernah ngeluh kalo bantuin dia terus”an karena menurutku selama hubungan ini adalah pacaran, itulah tanggung jawabku yang harus aku lakuin karena udah jadi pacarmu.

Di hari” berikutnya kita semakin sering adu mulut karena masalah ini, tapi gak sekalipun nada tinggi keluar dari mulutku karena aku slalu inget janjiku diawal dulu, aku selalu ngebicarain masalah kita dengan sikap yang tenang dan pikiran yang selalu berusaha aku bikin tenang karena susah banget ngontrol emosi n ini baru pertama aku ngerasain sebingung ini. Tapi kebanyakan kita selalu lewat sms, karna dia gak pernah mau kalo ditelfon, kalopun bisa ketemu itu jarang banget dan susah kalo diajak ngomong. Disini aku sadar kalo ternyat ira itu cewek yang ulet, keras kepala n susah diajak bermusyawarah, buat dia masalah itu ada karna untuk dilupakan bukan untuk diselesaikan dan evaluasi diri.

Suatu hari kita akhirnya bisa ngobrolin masalah itu dan dia berkesimpulan kalo itu adalah ujian untuk hubungan kita, dia bilang sayang banget sama aku dan dia bakal perlahan jaga jarak sama tu anak. Dari itu aku ngerasa lega dan cukup ngilangin beban dikepala juga.

Seminggu aku perhatiin mereka emang udah gak terlalu sering bareng” lagi, tapi setelah seminggu itu mereka mulai balik lagi bareng” lagi dan itu bikin aku makin emosi dari sebelumnya karena aku ngerasa apa yang diucapin ira kemaren itu kosong, dia berkesimpulan bahwa apa yang kita alami itu hanya untuk menguji hubungan kita, tapi kenapa dia ulangi lagi..?? apa dia emang pengen nguji aku,,?? aku semakin banyak bahan kepikiran waktu itu dan itu selalu keulang setiap kali kita selesai musyawarah selalu seminggu dia bisa jaga sikap dan setelah itu dia ulangi lagi kelakuan itu sampe akhirnya aku dibohongi, karena pada waktu itu tanggal 29 maret 2011 jam 9 pagi ira minta aku nganter dia kuliah dan nanti dia pulangnnya minta dijemput jam 3 sore. Tapi kenyataanya, waktu aku jemput jam3 yang aku liat dia malah dianter anak itu dan jelas aja kita langsung cekcok lagi, aku tanya dia kenapa dia bisa bareng anak itu padahal tadi dia minta aku yang jemput, dan dia hanya bisa jawab “aku bareng dia karena kita pulangnya juga bareng, kita kuliah bareng tadi”, tapi kenapa harus bohong, knapa gak peduli sama apa yang udah dia minta tadi, knapa dia gak menghargai aku sama sekali, dia gak tau aku nunggu dia dikamar tanpa hiburan sdikitpun mulai dari jam 9 pagi mpe 3 sore, dia gak tau aku udah pasang alarm jam 3 kurang biar nanti aku gak telat jemput, biar dia gak kelamaan nunggu aku, kenapa dia gak mikir.

Karena aku yang udah gak kuat nahan sabar, aku langsung aja tanya apa maunya dia, tolong jujur dan jangan bohong lagi karena aku paling gak suka dibohongi, dan benar aja dia jawab “maaf,aku pengen kita putus, tapi aku gak mau kita musuhan, aku masih pengen jaga silaturahmi sama ortumu”, disini aku bener” drop dan yang susah aku mengerti sampe sekarang itu karena setelah dia seperti ini sama aku, dia juga minta agar kita selalu rukun meskipun hubungan kita berakhir gak enak. Dari itu aku bertanya, kalo ingin rukun kenapa kamu selalu menumbuhkan emosi dan cemburu..??. pada saat itu aku ngerasa amat terpukul, karena wanita yang aku pikir baik selama ini tenyata tega kaya gini, wanita yang udah membuatku percaya jadi kaya gini. Tetapi pada saat itu aku juga terharu karena tenyata ayik adeknya ira yang juga udah aku anggep adekq sendiri juga ikut bersedih dan sampe nangis karena denger aku sama mbakx udah putus.

Setelah itu sekitar jam 8 malem aku ke kampus karena aku ada latihan paduan suara, jadi dengan perasaan yang berantakan aku bernyanyi saat itu. Bukan hanya itu, tanpa aku sadar ternyata malam itu sekaligus malam ulang tahun sahabatku sugeng, salah seorang yang telah berupaya menyatukan aku dengan ira dulu dan saat itu aku bener” harus bersandiwara dan harus kupaksakan perasaanku sendiri untuk tampak tenang dihadapan banyak orang yang sedang berbahagian saat itu. Melihat sugeng yang mendapatkan surprise dari pacarnya bener” membuatku terpukul karena sadarku takkan bisa mengalami itu lagi bersama ira dan aku hanya mencoba ikut berbagi senyuman dengan sahabatku yang sedang berbahagia saat itu.

Tetapi keesokan harinya berbeda, karena dia masih mau sms aku dan dia ngajak aku kepernikahan temen kita si “echi”, tapi aku tanya kenapa kok aku, kenapa gak sama anak itu aja..?? dan dia bilang anak itu gak mau karena dia sadar gara” dia hubungan kita jadi kaya gini. Karena alasan itu aku hargai ajakan ira dan aku mau nerima ajakan dia karena emang jujur aku masih punya rasa yang besar saat itu. Jam setengah 7 malem aku jemput dia dan ternyata dia ngajak temen kita juga “fara n farhan”, lalu kita berangkat bareng dan kita sempet nyasar karena emang kita gak ada yang tau alamatnya, jadi kita banyak tanya sama orang dan akhirnya kita sampe tujuan. Disana sulit bagiku tuk bisa memberikan senyum, karena lagi” temanku yang sedang berbahagia dengan pasangannya dan aku hanya bisa melihat dengan perasaan sedih yang mendalam, akhirnya aku hanya bisa tersenyum dengan paksaan.

Di hari” berikutnya kita sempat gak kontak lagi untuk beberapa hari, setelah itu perlahan kita memulai untuk kontak kembali, smsan dan ngobrol” layaknya teman. Semakin lama hubungan kita semakin dekat kembali, semakin dekat,dekat dan akhirnya terucap dari bibirnya “maaf, kita putus karena keadaan, tapi sebenarnya perasaanku gak kaya gitu, aku masih sayang, aku masih pengen sama kamu”. Dari itu kita memulai kerukunan kita kembali meskipun tanpa status tapi kita sempat tenang untuk beberapa minggu, karena pasca kita putus itu dia sempet bisa jaga sikap untuk kerukunan yang kita mulai.

Akhirnya tiba masa” magang profesi untuk angkatan 2008, yang saat itu sebulan sebelum mulai penerjunan magang, kita sarapan di warung R22 dan aku mulai tanya soal tempat magang ira dimana dan sama siapa dia magang ditempat itu. Tapi dia Cuma bisa jawab “ada pokoknya, sama temen sekelas juga kok”, karena menurutq ada yang ditutup”i dari aku dan emang saat itu aku masih ada krisis perasaan, jadi aku mulai nyinggung soal anak itu dan benar aja dia langsung ninggi “kenapa se kamu nanya” aku kaya gitu..???kenapa juga kalo aku sama dia..???yang penting kita kan gak pacaran, lagian aku gak Cuma bedua kok, sama 6 orang n itu juga diajak sama dosen”, dari perkataan itu timbul tanya “ya emang kalian gak pacaran, tapi kalo sampe sedekat itu apa bedanya???”, karena buatku bukanlah pernyataan yang menyimpulkan dua orang berstatus pacaran, melainkan sikap dan perasaan yang membuat dua orang itu dekat. Tapi setelah itu dia juga bilang “Cuma sekitar 2 bulan kok, abis itu ya udah kita gak bareng lagi”, dan dari perkataan itu aku kembali berharap dan sedikit memberiku spirit untuk harus menahan sakit lagi.

Akhirnya hari penerjunan pun tiba dan saat itu juga aku harus bernafas sesak terhalang rasa sakit dan emosi yang tertahan didada karena tak ada alasan yang kuat untuk mengeluarkan sakit itu, karena di kepalaku hanya ada pengertian bahwa pacaran bukan suatu ikatan sejati dan tak ada hak untuk melarang atau memerintah pasangan kita dalam melakukan sesuatu. Jadi aku hanya bisa menahan sakit dan menumpukya sendiri sampai 2 bulan karena selama periode itu mereka terus dan akan selalu bersama dan emang berat ketika melihat n harus ngerelain orang yang kita cintai bersama yang lain, itu sakit bangeet Sob. Sekitar masa magang berjalan 1 bulan dan bertepatan itu udah masuk bulan puasa, ira diajak buka bareng di masjid alun” jember. Denger dia ternyata buka bareng anak curut itu lagi aku jadi kesel (karna waktu itu aku ada rencana buat kita buka puasa dan berangkat sholat tarawih bareng), aku langsung aja tanya ira lewat sms,

aku : “kamu kenapa sih pake buka bareng anak itu, aku tu udah mau ajakin kamu, ato kamu suka ya sama dia makanya lebih sering bareng dia...??”

ira : kenapa sih emangnya, aku kan diajakin, sungkan mau nolak..!!, lagian dia nyenengin, lucu, jadi aku bisa ketawa terus kalo sama dia..!!!!!

Sms itu bikin aku diem n nahan sakit, karna dia kaya orang gak sadar kalo ucapannya tadi tu gak perasaan banget, lagian aku sadar aku udah bukan cowoknya lagi.

Setelah selama 2 bulan akhirnya mereka kelar magang dan itu bikin aku ngerasa sedikit lega dan sedikit berharap kalo abis semoga mereka gak bareng” lagi, jadi aku bisa tenang sama ira lagi. Tapi harapanku itu jadi kecewa, karena mereka masih punya alasan buat bareng, mereka pasca magang harus ngasi surat” yang aku gak tau itu surat apa ke masing” kantor UPTD pertanian yang udah mereka ikuti dan itu berlanjut selama sekitar 2 minggu.

Setelah itu keadaan sempet balik melegakan, karna aku sama ira bisa akrab”an lagi dan beberapa hari menjelang hari raya lebaran ira pengen diajarin nyetir motor. Dari keinginannya yang seperti itu, tentu aja aku dengan senang hati aku ngajarin dia dengan penuh kesabaran karna ira tergolong orang yang susah belajar nyetir karna ketakutannya akan masa lalunya yang selalu gagal dan kecelakaan setiap belajar motor, tapi aku tetep gak nyerah dan pake caraq sendiri sampe ira bener” bisa nyetir. Dari motor itu kita jadi sering bareng dan deket lagi karna ternyata dia seneng akhirnya bisa pake motor meskipun belum lancar betul.

Dia seriiiiiiing banget latian motor, sampe aku bela” pinjem motor adekq dan aku bawa kejember-banyuwangi terus terusan hanya buat ngajarin ira biar dia bisa pake motor n pastinya bisa bikin dia seneng lagi. Akhirnya sampe juga hari raya itu, dan hari ketiga hari raya ira pengen silaturahim ke rumah dan dia minta dijemput pake motor matic lagi karna dia pengen belajar lagi.

Sehabis dari rumahku, aku nganter ira pulang kerumahnya dibanyuwangi kota, masih jalan beberapa meter ira minta dia yang gantiin nyetir, dia pengen bisa nyetir sendiri dan pulang kerumahnya. Waktu itu sebenernya aku agak sedikit takut karna hari raya jalanan rame banget dan perjalanan jaraknya 45km, udah gitu dia juga belum bener” lancar, tapi mau gimana lagi, aku kasi aja dia kesempatan, tapi yang jelas aku jaga dia terus dibelakang n kasi arahan biar dia gak salah.

Akhirnya kita sampe drumanhya ira dengan selamat dan babenya seneng karna ira bisa lancar nyetir motor sampe sejauh itu. Lalu karna capek kita istirhat dulu diruang depan, dan kita ngobrol berdua. Melihat ira yang udah bisa kaya dulu lagi dan hubungan kita yang udah deket lagi, aku tanya lagi tentang hubungannya sama anak itu (niat Cuma ngepastiin) karena aku bener” kesakitan sendiri, ternyata itu bikin dia sedikit naik, tapi tak lama dia memberi sedikit ketenangan buatku, dia bilang “aku sama dia gak lebih dari temen, gak lebih dari kerja keelompok bareng, karna aku masih sayang sama kamu, jangan terlalu khawatir”, denger kata ira yang kaya gitu aku jadi tenang dan tumbuh harapan kembali. Sehabis liburan hari raya, kita balik lagi kejember untuk nerusin kegiatan kuliah.

Sampai jember kita disibukkan dengan kegiatan kampus lagi kayak biasanya. Tapi gak Cuma itu, karna kuliah mulai lagi jadi masalah itu keulang lagi dan aku keguncang lagi dan kita jadi sering cekcok lagi sampe akhirnya kita hilang kontak lagi dan terdiam lagi kayak yang udah terjadi beberapa minggu kemaren. Setelah itu gak tau kenapa ira mulai menjauh lagi, jarang kontak n komunikasi lagi, padahal aku perhatiin dia juga udah agak jarang hubungan sama anak itu.

Sikap ira yang gak biasa itu terus berlanjut sampe akhirnya seminggu menjelang hari ultahq kita gak pernah ketemu sama sekali dan sampe akhirnya dateng hari ultahq yang ke 21 tgl 1 oktober 2011. Hari itu dia juga sempet ngucapin selamat buat aku dan aku janjiin nraktir dia bakso kesukaanya dia “bakso kranjingan” malemnya. Sekitar jam set7 malem aku jemput dia dan dia cantik banget malem itu, baju warna merah kesukaanq + sedikit make up diwajahnya n rambuh panjang lurus favoritq banget, abis itu kita langsung berangkat ketempat yang aku janjiin. Sampe sana kita makan n sempet ngobrol” dengan sikap sama” sedikit sungkan n ada rasa janggal, mungkin karena sebelumnya kita udah seminggu gak ketemu, tapi obrolan kita lumayan lancar waktu itu, dia juga sempet tanya soal kuliahq gimana yang jelas berantakan n sebenernya nilaiq sempet turun waktu itu, tapi pastinya aku gak jawab jujur ke ira, karna aku yang lagi seneng malem itu jadiya kau jawab kuliahq lancar” aja.

Setelah waktu kita malem itu cukup, kita langsung pulang dan aku nganter dia kekosnya, sampe kosnya aku sempet ngobrol lagi digerbang sama ira, yang akhirnya obrolan kita nyampe masalah hubungan kita yang makin aneh akhir” ini. Karena kita udah seminggu gak ketemu dan gak da kontak, yang ternyata alasan dia akhir” ini banyak banget kesibukan. Abis aku ngobrol tanya jawab sama ira aku pulang kekosq karna udah malem banget, terus aku coba smsan sama ira buat lanjutin bahasan yang tadi belum kelar dan sampe akhirnya aku bener” serius minta kejujuran dan lagi” akku janjikan kalo aku gak bakal marah. Setelah tau niatku, ira langsung bicara yang paling jujur soal hubungannya dengan anak itu, dia bilang kalo ternyata dia udah lama suka sama ana itu, bahkan jauh sebelum akhirnya kenal aku. Aku bener” ngerasa doboongi dan kebobolan 2,5th mennurut ceritannya dia, waktu itu anak itu pernah sempet ngedeketin ira tapi ira gak mau karna alasannya lebih tertarik sama aku yang masih polos waktu itu. Sampe akhirnya ira ditembak pun ira tolak karna ada aku yang waktu itu udah dulu jadi cowoknya. Aku bener” dibikin diem waktu itu, Cuma terasa sakit yang gak bisa tertahan lagi,rasanya dalem banget dan terlalu dalem buat aku yang masih pertama ngejalanin hal semacem ini.

Keesokan harinya kita kembali diem”an dan gak kontak lagi selama seminggu. Karena aku yang masih gak percaya dan kepikiran terus terusan, aku buka aja FB ira karena aku yang pernah jadi cowoknya tau password dia, sempet ngerasa salah karna aku udah lancang banget sama orang yang udah bukan pasanganku lagi. Tapi aku juga terpaksa kaya gini, karna aku kenal ira yang gak pernah mau buka mulut sepenuhnya walaupun ribuan kali aku tanya, yang ada itu malah bakal bikin ira semakin marah n makin diem, krna ira bukan tipe orang yang bisa jujur n terbuka (berdasarkan pengalaman bareng dia aku bisa kenal dia luar dalem).

Dari Fbnya yang udah kebuka aku cari” info ada apa sebenernya, abis itu aku coba buka pesan di Fbnya dan nyari info disitu yang akhirnya ketemu kejelasan semua yang bener” bikin aku sendiri gak percaya kalo ira yang udah aku jadiin orang special, orang terdekat, bahkan udah aku percaya banget sampe aku bela”in seperti itu bisa segampang ini ngelakuin hal yang bikin hati patah.

Di pesan itu banyak obrolan mereka yang tercatat udah lama (dilihat dari waktu dan tanggalnya), mereka mesra”an layaknya orang pacaran, mereka saling merayu, mereka saling becanda dan disitu ada kata” ira yang tertulis “aku gak percaya kamu jadi pacarku sekarang”. Pesan” itu bener” bikin kaget, karna ternyata ira udah sekitar 2 minggu jadian sama anak itu dan itu saat” aku sama ira gak saling kontak sebelum acara ultahq, bahkan saat ultahq aku gak sadar kalo cewek yang aku traktir waktu itu bener” murni bukan milikq lagi, tapi kenapa da gak jujur, padahal sangking senengnya malem itu aku sampe boong soal kuliahq yang berantakan karena dia, kenapa dia kaya gitu..??knapa orang yang sebelumnya aku kenal amat sangat baik, lucu, manja, manis, ramah, sopan, berhati lembut, yang selalu bilang love you,sayang,suka nyubit,suka ketawa kaya anak kecil,suka masakin buat aku, yang selalu aku anter jemput, yang aku temenin panas, dingin, ujan, malem, pagi, subuh, bahkan sangat menjaga perasaanku, yang dulu gak pernah mau deket sama cowok laen, yang slalu ngasi support,yang ngajari aku pacaran, yang udah mati”an aku ajarin naek motor, kenapa bisa berubah gini, kenapa gak inget sedikitpun tentang kita dulu yang susah seneng slalu bareng”...????,kenapa bisa bohongin aku kaya gini..???.

Saat itu juga aku belum pernah kontak sama ira dan aku sadar kalo malem ultahq adalah malem terakhir aku jalan bareng,ngeliat,sms dan ngobrol bareng ira.
Setelah 2 tahun aku selalu sendiri dan berupaya ngelupain semuanya tanpa ada pertanggung jawaban dari ira, akhirnya tanggal 10 oktober 2013 akupun mengenal 1 cewek yang benar” baik menurutq dan berhasil menarik perhatianku. Awalnya ada juniorq si ansori yang lagi liat” foto reuni yang beberapa hari kemaren di sekolahnya SMA 3 madura, pas dia liat” aku nyolong pandangan dikit dan diantara temen”nya yang foto bareng aku liat ada 1 cewek yang bikin aku langsung nunjuk dan tanya “nah, siapa nih kok manis banget..???,(niat awal iseng)“, abis aku tanya gitu ansori langsung ketawa,”kenapa mas, mau aku kenalin..??dia temenku, ima namanya”.

Abis denger dia ngomong gitu, aku gak kaget karna emang aku emang niat becanda saat itu, lalu aku bilang “Ah,manisnya kaya gitu udah jelas gak bakal single, aku gak bakal mau deketin cewek yang gak single (masalaluq yang direbut orang, memberiku pelajaran)”, ansori langsung saut lagi”dia single mas, dia baru putus waktu reunian kemaren”. Dari itu aku mulai diyakinkan dan aku mulai tanya” untuk kenal lebih jauh.

Dari cerita ansori itu yang aku dengar selalu baik, ima lagi kuliah dijakarta dibidang kesehatan kandungan (bidan), dari situ aku mulai tertarik dengan ima, karna aku tau ansori gak bakal boong. Lalu aku mulai dapet nomernya, smsan untuk saling kenal dan akhirnya aku beranikan diri untuk nelfon ima, 1 hari,2 hari,1 bulan, 2 bulan dan akhirnya aku terus terang kalo aku suka, tapi aku jelasin juga kalo aku gak ada niatku untuk nembak karna bagiku suka belum tentu sayang, sayang belum tentu cinta dan berpasangan, ini cuma ungkapan aja. Dari kejujuranku itu ternyata membuat ima ingin tau lebih dalem dan dia tanya :

Ima : kakak beneran suka sama ima..?

Aku : itu kejujuran kakak

Ima : gak ada lagi..??

Aku : maksudnya..??

Ima : ya maksudnya ima, kakak masih ada gak yang belum diungkapin..??

Aku : gak ada kok, Cuma itu aja

Ima : ima tau kok kalo kakak suka dan masih ada sesuatu yang sebenernya belum Diungkapin

Aku : (clingak clinguk maluu...!!!!)

Akhirnya aku ngaku kalo sebenernya emang ada, tapi sengaja gak aku ungkapin karna emang gak niat untuk itu, karna kita juga belum pernah ketemu langsung. Jadi aku bilang aja terus terang, “iya, emang bener yang ima bilang, kakak masih ada 1 pertanyaan. Maaf kalo kakak gak tau diri, tapi pertanyaan itu “ima mau gak jadi pasangan kakak...???”

Ima : maaf kak, bukannya ima gak mau, tapi ima masih ingin ngejar cita”, ima masih pengen nyelesaiin study baru abis itu ima bebas nentuin pasangan ima. Lagian kita juga belum pernah ketemu kan, kita belum ada saling berperasaan.

Aku : Mmmm..gitu ya,,,,ya udah, gak papa juga kok...lagian dari awal kakak niatnya bukan nembak, tapi ima tadi bener” pengen tau semuanya, jadi ya gitu deh
Dari pernyataan itu yang sebenernya mengecewakan, tapi aku gak patah semangat dan malah saling support untuk masa depan dan cita” masing”.

Mengetahui tertutupnya jalan untukq, aku coba tuk terima dengan ikhlas dan menghargai keputusan ima itu. Meski begitu aku tetap menjadi pengagum karena hatinya yang mulia, biaranya yang lembut, perilaku, sifat dan cita”nya yang baik membuat mataku selalu memandang manis dirinya. Aku akan tetap menyimpan seorang ima dalam hati dan selalu mencintainya dengan kekaguman, karena aku sadar kini aku tlah jatuh cinta kembali dan itu adalah IMA.

Dari kisahku ini, aku mengambil banyak kesimpulan yang insyaallah bisa memberikan pencerahan:

Sifat cinta layaknya tali yang mengikat dua hati, jika kedua ikatan tak dijaga maka akan mudah terlepas.

Besarnya cinta berbanding dengan dalamnya resiko sakit jika kecewa.
Dalam suatu hubungan, memberi tak menjamin diberi.
Kecewa adalah harapan yang tak terapai.

Hubungan mungkin bisa berjalan lama, tapi bukan berarti selamanya.
Bahagia sekarang bukan berarti bahagia besok.

Berkorbanlah hanya demi memberi kebahagiaan. Bukan untuk sesuatu dari orang lain
Tangis bukan berarti cengeng,tapi tangis itu manusiawi.

Sekian penggalan cerita asmara saya yang tidak saya ceritakan secara rinci karena terlalu panjang dan terlalu menyedihkan jika diketahui. Saya hanya bisa menuliskan beberapa dari semua hal yang saya alami dan saya insyaallah cukup yakin jika cerita ini disempurnakan akan menjadi pembelajaran yang berharga dan menarik untuk disimak.

Yudi
Email: udi_avxxx@yahoo.com

Demikian Cerpen Kisah Pedih semoga bermanfaat buat sobat pembaca semuanya. Bila Sobat punya Cerpen apa saja seperti tentang Cinta, Kehidupan atau apapun kirimkan saja ke email (lintascinta.com@gmail.com) ditunggu ya kiriman cerpennya. Eh iya kalau bisa sih Profilnya juga ya atau Fotonya juga boleh.

Cerpen Kisah Pedih

Cerpen Kisah Pedih - LintasCinta.com - Alhamdulillah update lagi kali ini akan berbagi seputar Cerpen, yaitu Cerpen Kisah Pedih.

Cerpen Kisah Pedih ini dikirim oleh sodara Yudi tapi dia tidak menunjukan profil lengkapnya, tapi admin LintasCinta.com tetap mempublikasikannya walaupun dia tidak memberikan profil lengkapnya cuman nama dan email saja yg ia kasih tahu.

Okey langsung saja disimak ya Cerpen Kisah Pedih kiriman dari Yudi di bawah ini:

Cerpen Kisah Pedih
Cerpen Kisah Pedih

Cerita ini dimulai saat aku duduk dibangku perkuliahan di salah satu perguruan tinggi negeri di jember. Saat itu, tepatnya 10 oktober 2008 dan 10 hari setelah ulang tahunku yang ke-18. Jam menunjukkan pukul 10 pagi dan aku menuju kos-kosan temanku (sugeng dan dani/penceng), niat maen dan kumpul-kumpul cari hiburan. Tak lama kemudian salah seorang temanku (dani) menjemput adeknya (niera) distasiun yang datang dari kota malang, karena kebetulan kuliah disana. Kemudian temanku datang membawa adeknya yang dari malang itu, tetapi tak lama kemudian salah seorang adeknya yang lain (ira/si cempreng) sms dan minta jemput di kozannya di jalan jawa 6 karena ingin kumpul-kumpul juga. Tak lama kemudian temanku datang lagi membawa adeknya itu dan kita ngobrol dan becanda bareng. Saat itu suasana berubah jadi rame dan akupun hanya duduk terdiam,bengong,kaget dan sedikit merasa asing(saat itu cuaca sedang hujan deras). Mungkin karna sebelumnya aku belum pernah kumpul sama cewek dalam satu ruangan, apalagi ngeliat kedekatan mereka satu sama lain yang terlihat akrab dan kompak. Memang, sebelum kuliah aku belum pernah deket sama cewek dan memang susah bagiku mendekati mereka, sehingga aku sangat asing dengan makhluk yang identik dengan kata seksi itu dan benar-benar polos pengetahuanku tentang mereka.

Tak lama kita mengobrol bareng, niera bilang ke kakaknya kalau dia ingin jalan-jalan keliling kota jember dan menikmati suasana di malam hari. Lalu dani menyetujuinya dan berjanji mengajaknya jalan-jalan berkeliling kota jember nanti malam. Tak lama kemudian terdengar “aku ikut juga dong,bosen dkozan”, sahut ira. Dani pun sebenarnya ingin mengajakknya karena biar tambah rame katanya, tapi dani bingung bagaimana caranya dia bisa mengajak ira, karena ira gak bisa pake motor, sedangkan dani satu motor sama niera. Lalu dani ngajak sugeng (teman sekozan), maksudnya biar ntar dia yang boncengin ira, tapi sugeng dah punya cewek. Lalu dani minta si Agus nemenin, trnyata agusnya ada kuliah malem dan dia juga dah punya cewek, jadi gak bisa. Lalu dani melihat kearahku dan berkata :

Dani : “Yud, kamu aja yang ntar malem ikut boncengin ira, kasian dia pgen ikut tp g bisa naek motor...???”,

“dengan perasaan sedikit kaget, tapi seneng, ragu juga bingung, aku sedikit da rasa ingin beralasan kalau aku gak bisa (karena ini pengalaman pertamaku diajak jalan”, palagi boncengin cewek, muter” kota lagi...!!GILAAAAAAAA.....!!!!pikirku semrawut), tapi rasa hati yang juga sungkan sama sahabatku, aku juga gak mau hilang kesempatan buat dket sama cewek (kapan lagi da kesempatan kaya’ gini, aku dah capek dicuekin terus sama cewek, dijauhin n ditolak, karena sebelumnya aku punya first love sissy namannya)”. Setelah beberapa detik aku terdiam, akupun bilang

Aku : “iya,ntar aku boncengin ira”.
Ira : “mas, yang mana se yang namanya yudi tuh..??”
Dani : “tuh, yang tidur dibawah wajahnya kayak telek”,
Lalu sedikit iseng ira melihat dan melet kearahku,”wekkkk”, sahutnya

Tak lama kemudian cuaca berganti terang walau masih mendung, lalu niera ijin mau pulang kekoznya ira (menginap sementara dijember), tapi dia bingung karena gak bawa motor dan danipun nawarin suruh bawa motorku (my sweety namanya/motor kesayanganku saat itu), lalu akupun bilang “iya dah, bawa aja” dan mereka langsung pulang menuju kosan ira. kemudian aku yang jadi bingung, gimana caranya aku pulang kekosan, motorku kan dibawa. Lalu dani menawarkan motornya, lalu aku bawa dan pulang kekosan buat siap” jalan sama cewek untuk pertama kalinya. Sampainya dikosan aku merasa bego’ kuadrat, karena kunci kamarku ada di JOK motorq yag dibawa niera tadi. Nah, puyeng aku bingung cara ngambilnya (aku masih suka malu kalo deket ma cewek), lalu aku nekat kekosannya ira dengan rasa sedikit smrawut n gerogi. Lalu sampai dikoznya ira, lalu aku ketuk pintunya agak sedikit lama lalu niera keluar dan tanya:

Niera : “lho, kamu ngapain yud..???kan blum jam 7, ni aku sama ira baru slesai mandi”,

Aku :“aku mau ngambil kunci kamarku di JOK motor, aku gak bisa masuk kamar”,

Niera : “hahahahahahaa....kamu ini ada” aja yud,”(Lalu niera ambil kunci motorku dan
mulai ngambil kunci kamarku yang ada didalam JOK),nih kunci kamarmu”,

Aku : “siipp...makasi ya”, (liat mereka dah kelar semua, akupun langsung ngacir pulang karena aku belum mandi),

niera : “Eh yud, ntar kalo mau berangkat mampir sini dlu ya,barengan sama aku sama ira”.

aku : “iya dah, ntar aku jemput”.

Setelah semua persiapanku selesai, aku langsung ngacir kekosan ira. setelah sampai aku panggil mereka dan lalu berangkat kekosan dani bareng. Setelah sampai kosan dani, kita langsung tukar motor, dani boncengin niera dan aku boncengin ira. saat itu suasana hatiku campur-campur, ragu n grogi karena ini pengalaman pertamaku boncengin cewek tapi juga seneng karena akhirnya aku punya kesempatan boncengin cewek dan jalan bareng lagi.

Tak lama kita berangkat, kita mulai obrolan yang sederhana, standart dan memalukan. Dimulai dari nama, asal, alumni mana, ngambil fakultas apa dijember, lewat test apa masuk UNEJ, yaaaaa....gitu” dah, kliatan kuno bangetlah pokoknya. Abis itu aku diem dah kehabisan bahan obrolan, lalu aku ngikutin dani karena takut kesasar, soalnya ini pertama kalinya aku keliling kota jember. Tapi emang dasar tu si dani kampret sinting, naek motor kenceng banget kagak perhatiin temennya, ilang dah dari pengintaianku. Aku tambah gelagepan, soalnya sekarang posisiku sendirian sama ira, ditambah aku yang kurang pengalaman jalan sama cewek. Selanjutnya aku muter” berdua sama dia, siapa tau ketemu dani dijalan.

Lama keliling dan gak ketemu”, ira nyinggung,” he yudi, ko diem aja sih..??ko gak ngajak aku ngmong..???emangny kamu anggap aku karung beras apa..???”, aku langsung bingung n malu banget, mau coba ngobrol tapi gak ada bahan apa”, ya udah aku senyum” aja, terus aku ada ide buat nelfon dani dan ternyata dia nunggu kita di alun” kota, katanya niera pengen makan bareng, soalnya dia blom makan malem itu. Nah, kebetulan kita semua emang blom makan semua, jadi aku sama ira langsung meluncur kesana.

Sesampainya di alun” kota, kita cerita” soal tadi yang ketinggalan sambil jalan nyari warung makan. Gak lama jalan kita nemuin warung dipinggir alun” dan langsung aja nyari posisi wenak biar enak makannya sambil ngobrol”.

Abis makan, si dani nyuruh aku buat bayar makan. Aku nurut aja, soalnya aku salting disitu bingung mau ngapain n ngomong apa. Udah gitu aku malu banget pas waktu aku bayarnya bukan ke orang yang jualan, tapi ke orang yang juga mau pesen makanan. Wah, abiz aku diketawain temen”.....malu abis dah.

Abis itu kita jalan” lagi muter” alun” sambil ngobrol” n cerita tentang masing”. Naaahhh...disitu aku bisa lebih deket sama ira, soalnya disitu aku banyak nemu de n bahan” obrolan. Lama ngobrol n emang udah capeg jalan mulu, kita langsung ngajak pulang aja.

Keesokan harinya, aku sama dani nganter niera ke stasiun jember karena dia mau pulang ke banyuwangi kota asalnya. Setelah itu kita pulang ke kost”an, tapi aku ikut ke kosan dani, soalnya emang aku suka maen n nginep disana. Lama berdiam di kamar, aku mulai nanya dani soal ira,

Aku : Dan, adikmu itu apa emangnya kaya’ gitu anaknya..???”

Dani : yaiyalah yud,ya kya’ gitu emang anaknya, knapa..???

Aku : nggak sih, cuma pengen nanya aja, abis lucu anaknya...nggemesin, sikapnya kya anak”, jadi lucu aja,

dani : alaaaahh,,,,,,jangan” u suka ya sama ira..???ngaku aja daaaahhh, keliatan mukamu yud,

Tapi aku jawab nggak waktu itu. Soalnya emang blom ada rasa” kesana, lagian aku juga baru kenal semalem kan.

Dari itu dan setelah itu, aku sering diajak jalan sama ira, karna aku gak ada pengalaman ngajakin cewek jalan. Tapi lama kelamaan karna serng jalan, aku punya inisiatif n lebih berani ngajakin jalan ira. kita sering jalan kemana aja yang kita suka. Dari itu lama kelamaan kita makin deket,,deket dan deeeeekket banget. Dari kedeketan itu, temen” jadi suka godain kita dan dari goda”an temen itu, kita jadi tumbuh rasa suka. Tapi meski sama” ada rasa suka, kita masih gak ada keputusan tuk hubungan lebih lanjut, karna ira masih punya cowok. Waktu itu hubungan ira sama cowoknya kurang baik, mereka sering tengkar dan ribut”. Dari masalah itu ira sering cerita ke aku, dia bilang cowoknya suka marah” karena dia ngerasa ira gak pernah ada semenjak dijember, dia jarang ada waktu dihubungin. Jadi dari itu si cowok ngerasa gak dianggep ada lagi dan akhirnya mereka sering ribut”.

Bersambung ke Halaman berikutnya =>> Halaman 2

Kisah Pedih

Cerpen Sedih Oleh Rini

Cerpen Sedih
Cerpen Sedih Oleh Rini
Oleh :Rini

Cerpen Sedih Oleh Rini


Hari Mia terasa hancur ketika dia tahu bahwa jandi adalah adik tirinya sendiri. Hubungannya dengan jandi seolah olah terjatuh dalam jurang yang sangat dalam dan mati untuk selamanya. Waktu tiga tahun yang di jalani bersama jandi seakan tak berarti apa-apa. Hati dan impian nya hancur dan tak bersisa sedikitpun. Mia tak tahu harus berbuat apa dan tak tahu harus berkata apa, dunia kini gelap bagi nya. Berat rasa nya harus mengetahui bahwa jandi adalah saudara tiri nya sendiri.

Seminggu kemudian, mia memutuskan untuk pindah ke semarang untuk memulai hidup baru disana. Sebenarnya keluarga nya berat untuk membiarkan mia seorang diri berada di semarang tapi akhirnya mereka mengizinkan mia mungkin dengan cara seperti itu mia akan lebih baik dan dapat melupakan perasaan nya kepada jandi. Jandi adalah seorang laki-laki yang sangat baik dan bertanggung jawab, dialah satu satunya orang yang dapat membuat mia bahagia dan tersenyum setiap hari.

Sejak kejadian itu jandi berusaha menemui Mia tapi mia tidak mau karena dengan melihat jandi akan menambah kesedihannya. Mia pun tahu apa yang di rasakan jandi sekarang ini tapi apa daya mereka tidak ditakdirkan untuk bersatu. Sesungguhnya Mia ingin sekali memeluk jandi tapi dia takut . Bayangan akan jandi selalu terbayang di benaknya dan kenangan mereka selalu hadir di pikiran mia. Memang sungguh menyiksa keadaan ini bagi mia maupun jandi.

Hari keberangkatan mia pun tiba semua kebutuhan mia telah dipersiapkan tinggal di masukan ke dalam mobil . Ibu dan kakak mia yang mengantar mia ke bandara. Ingin sekali membatalkan kepergian ini tapi mia berpikir mungkin ini jalan yang terbaik untuknya yaitu melupakan semua yang telah terjadi. Ada keinginan mia untuk melihat jandi untuk yang terakhir kali nya, namun keinginan itu mia buang jauh-jauh.
Sampai hari ini mia masih berharap kalau semua yang terjadi padanya adalah sebuah mimpi buruk, tapi ini adalah kenyataan buruk yang harus mia hadapi sekarang. Marah sedih bingung perasaan ini bercampur menjadi satu ,ingin berteriak.

Saat sampainya mia di bandara dan melakukan proses check in mia kembali ke ibu dan kakaknya yang sudah menunggu nya di salah satu bangku di sudut ruangan. Mia menghampiri mereka dan memeluk ibunya yang sudah tua sambil menangis, menumpahkan segala kepedihan yang mendalam ,dan kemudian mia menyerahkan sebuah cicin dan sepucuk surat kepada kakaknya untuk di berikan kepada jandi. Sangat berat hati untuk melakukan ini semua..
Kini mia telah pergi meninggalkan jandi dan semuanya.

Jandi kini hanya bisa menerima semuanya dia pun bingung harus berbuat apa. Ingin memperjuangkan cintanya tapi itu takkan mungkin lagi. Dia pun yakin semua orang tak kan menginginkan semua terjadi seperti ini. Kini dia harus merelakan cinta nya pergi untuk selamanya. Ketika jandi sedang memikirkan semuanya tiba-tiba Santi kakak mia datang menyerahkan sebuah cicin dan surat yang tadi di berikan mia untuknya. Kaget jandi melihat cicin yang diberikan oleh mia dua tahun lalu sekarang ada ditangan nya lagi. Dengan perasaan sedih jandi pun membuka surat dari mia ,Isinya :


“Hi jandi, maaf kalau aku harus pergi tanpa berpamitan dan menemuimu terlebih dahulu. Setelah semua yang terjadi sulit bagiku untuk bertemu denganmu. Aku tahu hati mu pasti sakit dan aku pun merasakan demikian. Aku harus mencoba belajar menerima kenyataan bahwa kamu adalah adik ku, mungkin lucu kedengaran nya tp itu lah kenyataan nya bahwa KAMU ADALAH ADIKKU. Setelah semua yang terjadi aku memutukan untuk pindah dari jakarta mungkin itu yang terbaik bagi kita karena mungkin dengan begitu kita dapat melupakan perasaan kita. Aku mohon lupakan perasaan cinta kita dan anggap saja mia yang dulu sudah mati. Karena yang sekarang ada adalah mia kakak mu bukan kekasih mu. Aku kembalikan cincin mu karena aku tak bisa lagi untuk memakainya . Maaf atas semua yang telah terjadi. Semoga kamu bahagia dan jaga dirimu baik-baik.

MIA

Setahun berlalu mia dan jandi tak berpernah berhubungan lagi baik lewat twitter,facebook maupun telepon. Semua yang telah terjadi adalah jalan yang terbaik.
Mia kini sudah menata hidupnya kembali di semarang dan dia berkerja di salah satu perusahaan ternama di kota tersebut. Mia cukup bahagia hidup disana walaupun sejujurnya sampai saat ini mia msh belum bisa menganggap jandi sebagai adiknya dan mia masih sangat mencintai jandi seperti dulu. Begitu pula dengan jandi walaupun sudah lama sekali tidak bertemu dengan mia ,jandi msh mencintainya . Tapi cinta mereka hanya bisa mereka simpan di hati masing-masing. Sesungguhnya mereka saling merindukan tapi rasa itu mereka kubur dalam-dalam. Kenyataan adalah kenyataan tapi untuk masalah hati memang tidak bisa di bohongi.

Dua bulan setelahnya mia mendengar ibu nya sakit keras dan mengharuskan mia untuk pulang ke jakarta. Mia takut kalau dia kembali ke jakarta dia akan bertemu dengan jandi. Dia takut tak mampu melihat jandi lagi. Sehari setelah kakanya menelepon mia keesokan harinya mia langsung berangkat ke jakarta dengan pesawat paling pagi.
Setiba di jakarta mia langsung menuju rumah sakit tempat ibu nya di rawat dan tanpa disenggaja mia bertemu dengan jandi. Jandi jandi orang yang masih dicintainya. Tapi mia berpaling muka dan tak mau bertemu dengan jandi. Sampai di hadapan ibunya mia mencoba tersenyum dan menganggap tak terjadi apa apa. Seminggu sudah mia di jakarta dan dia hanya mau fokus mengurus ibu nya yang sedang sakit. Mia bingung kenapa jandi ada di rumah sakit hari itu, jandi nampak berbeda dia pucat dan badan nya kurus, apa yang terjadi pada jandi ? itu yang selalu ada di pikiran mia sejak pertemuannya dengan jandi di rumah sakit. Ingin cuek tapi mia benar benar penasaran. Dan setelah dinyatakan sehat oleh dokter ibu mia akhirnya di perbolehkan pulang ke rumah. Sebenarnya mia ingin segera pulang ke semarang tapi ibu nya menginginkan mia agar tetap tinggal lebih lama lagi dan mia pun menurutinya karena mia gak mau ibu nya sakit lagi.

Suatu hari mia pergi jalan ke suatu mall di jakarta dan tanpa senggaja dia bertemu dengan sandi, sandi adalah teman dekat sandi . sandi banyak cerita tentang jandi. Tanpa berbasa basi lagi sandi mengatakan bahwa jandi sangat hancur ketika dia tahu dan kalian adalah saudara tiri dan mia pergi dari jakarta terlebih lagi dia harus menerima kenyataan bahwa jandi terkena leukimia stadium akhir dan mungkin hidupnya tak akan lama lagi.
Mendengar berita itu timbul rasa penyesalan di diri mia karena tega meninggalkan jandi dan membiarkan jandi menghadapi penyakitnya sendirian. Tanpa terasa air mata ini keluar begitu saja dan membasahi pipi mia yang cantik. Tanpa pikir panjang lagi mia langsung pergi menuju rumah jandi, sesampainya di sana rumah itu kosong dan mia memutuskan untuk menunggu jandi di rumahnya. Sudah cukup lama mia menunggu jandi ,rasa gelisah dan khawatir pun telah melandanya. Sejam kemudian tibalah jandi di rumahnya ,betapa terkejutnya dia melihat mia. Antara rasa percaya dan tak percaya jandi bisa melihat mia saat ini ada di hadapannya. Keduannya membisu sejenak dan kemudian mia lansung memeluk jandi secara tiba-tiba, air mata mia pun jatuh dengan deras nya. Jandi hanya bisa terdiam melihat semua ini dan dia hanya bisa tersenyum kecil menerima pelukan mia yang selama ini dia rindukan. Secara bersamaan akhirnya mereka sadar dan mia pun melepaskan pelukan di tubuh jandi. Mereka masuk ke rumah jandi mulai berbicara, mungkin aneh terasa setelah lama tidak berkomunikasi dan setelah adanya status kakak adik diantara mereka. Jandi pun bingung tak tahu hatus memanggil mia dengan sebutan apa. Mata mia masih berkaca kaca betapa berat cobaan yang dia rasakan . maafkan aku jandi mia mulai membuka pembicaraan , jandi hanya tersenyum kecil tanpa berbicara sepatah katapun. Apa aku harus memanggilmu kakak tanya jandi pada mia. Kamu tak perlu memanggilku kakak panggil saja aku mia seperti biasanya tawa mia masih canggung di awal pembicaraan mereka. Mia mulai mencoba menayakan perihal penyakit jandi , awalnya jandi tak mau jujur tapi dia pun tak bisa membohongi mia atas keadaan nya sekarang. Jandi bingung kenapa mia bisa tahu tentang penyakitnya.

Semalaman mia tidak bisa tidur memikirkan keadaan jandi. Rasa bersalah nya pada jandi terus saja menghantui nya . dia terus berpikir dan telah memutuskan untuk menetap di jakarta. Keesokan hari nya mia kembali menemui jandi di rumahnya sesampainya di sana mia mengetuk pintu dan tak ada jawaban sama sekali seolah-olah rumah itu kosong, tapi mia sangat yakin kalau jandi ada di dalam rumahnya. Setelah mengetuk sangat lama dan belum juga ada jawaban mia memutuskan untuk memaksa masuk lewat pintu belakang rumah jandi. Betapa terkejutnya mia melihat jandi jatuh pinsan di lantai kamarnya dengan keadaan banyak darah keluar dari hidungnya secepatnya mia menelepon ambulan dan 15 menit kemudian dibawalah jandi ke rumah sakit. Takut akan kehilangan jandi pun semakin menghantui perasaan , dia tak perduli lagi apakah jandi adik nya atau kekasih nya yang mia mau sekarang dia belum siap untuk kehilangan jandi.

Melihat jandi terbaring lemas di ranjang rumah sakit dengan keadaan seperti itu seakan mengores luka di hati mia. Sakit dan perih sekali rasanya seandainya boleh memilih mia ingin menggantikan posisi jandi sekarang di ranjang itu. Dokter mengatakan kondisi jandi semakin parah dan mereka pun telah menyerah atas kondisi jandi. ya Tuhan apakah tidak ada harapan hidup untuk jandi lagi ? kenapa mau mau mengambilnya dari ku secepat ini ? tanyanya dalam hati . beberapa jam jandi tidak sadarkan diri mia selalu menunggu nya di rumah sakit tak sedetik pun mia mau meninggalkan nya. Hingga malam tiba jandi pun akhirnya siuman dan mia segera memanggil dokter untuk memeriksa kondisi jandi. mia sangat bersyukur karena jandi sudah siuman walaupun kondisinya belum stabil. Terimakasih mia atas semuanya ucapnya pada mia. Untuk apa tanya mia balik tapi jandi hanya tersenyum. Mia memutuskan untuk merawat jandi tak perduli perasaan nya terhadap jandi, tak perduli jandi adik nya atau saudara nya , dia hanya mau merawat jandi sebelum semuanya dia sesali nanti nya.

Semakin hari tubuh jandi semakin lemah sampai-sampai untuk beraktivitas seperti biasa aja dia sudah tidak mampu tapi mia terus berusaha membangkitkan semangat hidup jandi. walaupun mia tahu waktu jandi mungkin tidak akan lama lagi tapi mia hanya ingin membahagiakan jandi disaat terakhir hidupnya. Mia sama sekali tidak perduli akan perasaan nya saat ini , dia tak perduli apakah jandi adik nya atau kekasih nya yang semua dilakukan semata-mata hanya untuk jandi.

Seminggu kemudian jandi masuk ruang ICU, perasaanku sangat takut akan kehilangannya tapi aku harus mencoba untuk ikhlas menerima segala sesuatu yang terburuk sekali pun. Sudah satu jam mia menunggu di ruang tunggu rumah sakit dan dia belum mendapat kabar apa-apa dari dokter ataupun suster yang mengurus jandi. Tiga jam kemudian dokter harris yang merawat jandi selama ini menghampiriku dengan wajah yang pucat. Aku takut jika terjadi sesuatu yang buruk pada jandi dan apa yang kutakutkan selama ini benar , dokter harris hanya memegang pundakku dan berkata ikhlaskan jandi mia karena kini dia tidak akan merasakan sakitnya lagi, jandi telah berpulang dan telah tenang selamanya. Kabar itu langsung memecahkan tangisku. Jandi telah meninggal apakah itu benar ?? Akhirnya Kau mengambilnya juga Tuhan, aku ikhlas dan jaga dia baik-baik. Terimakasih sudah memberi kesempatan padaku untuk menemaninya di saat terakhirnya.

Tiga hari setelah pemakaman jandi mia kembali ke rumah jandi untuk memberes barang- barangnya yang tertinggal di rumah jandi. rumah itu penuh dengan kenangan , rumah itu kini sunyi tak ada lagi tawa dan canda jandi. Mengenang jandi membuat air mata mia kembali mengalir. Beberapa menit mia di sana ,mia menyempatkan diri untuk ke kamar pribadi nya jandi. mia terduduk diam di ranjang milik jandi, dan tanpa sengaja mia menemukan sepucuk surat yang ternyata sengaja di tulis untuk mia.

“Dear mia,
Saat kamu menemukan surat ini mungkin aku sudah tidak lagi di dunia ini. Terima kasih sudah memberikan kebahagiaan di saat-sat terakhirku. Kamu memang yang terbaik. Maaf sebelumnya karena aku sudah menyembuyikan hal penting yang selama ini membuatmu menderita. Sebenarnya aku bukan anak kandung bapak mu mia, aku hanya anak angkat yang diambil dari panti asuhan karena ibu ku tidak bisa mengandung anak beliau mengidap kanker rahim. Aku tahu kebenaran ini lima bulan setelah kepergianmu ke semarang. Sebenarnya aku ingin langsung memberitahumu kabar ini tapi aku sendiri tidak tahu akan keberadaanmu. Aku mencoba mencari tahu keberadaan mu melalui ibu dan kakak mu tapi hasil nya nihil. Aku tetap berusaha sampai akhirnya aku tahu tetang penyakit leukimia ku ini. Aku tidak mau kamu bersedih makadari itu aku memutuskan mengurungkan niatku untuk menemuimu. Awalnya aku berencana untuk menutup semua ini dari mu mia, sampai kamu datang ke rumahku waktu itu. Jujur aku masih sangat mencintaimu. Aku ingin selalu ada di sisimu untuk menjagamu tapi Tuhan berkehendak lain, Dia menginginkan ku lebih cepat untuk menemui Nya di sana. Jangan bersedih ya sayang karena aku akan tetap hidup di hatimu, tetap tersenyum untukku dan jaga dirimu baik-baik. I love u forever.


JANDI


Membaca surat dari jandi air mata kembali menetes tapi kali ini mia bahagia karena dapat merasakan keikhlasan atas kepergian jandi. Bagi mia jandi tidak mati karena jandi akan tetap hidup di hati mia.
Sekarang mia harus tetap melanjutkan hidup nya bersama keluarganya. Jandi telah menjadi kenangan yang terindah bagi nya.

~ TAMAT ~

=====*****=====
|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Sedih Oleh Rini

Profil Penulis

nama : RINI
TTL : Bandar lampung,
alamar sekarangt : BATAM
facebook : DOLPHINE LOVE
email : rini_sagita87@yahoo.co.id

Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku

Cerpen Cinta: DIA MILIKKU

Cerpen Cinta
Cerpen Cinta DIA MILIKKU
Oleh : Mimin Khoirum Widiawati

Cerpen Cinta DIA MILIKKU


        “Udahlah Ka! Kamu ternyata gak sebaik yang aku kira! Mendingan sekarang kita PUTUS!”
Kata-kata itu selalu terngiang ditelingaku. Aku putus dengan Judika. Orang yang sudah menjadi pacarku selama 3 bulan ini. Sungguh aku sangat sayang padanya. Tapi dia sudah menghancurkan kepercayaan yang telah kuberikan untuknya. Tapi, aku tidak ingin mengingat hal ini lagi. Aku harus melupakannya.

“Hai Ra.” Sapa Syifa, sahabatku
“ Hai juga Fa. Kamu sama siapa kerumahku?” tanyaku
“Sama pacar baruku. Kenalin, Judika ini Dira. Dira, ini Judika.” Kata Syifa yang amat sangat mengagetkanku. Kenapa bisa Syifa pacaran dengan mantanku? Memang salahku, yang gak pernah ngenalin Judika ke Syifa. Tapi emang dasarnya Judika playboy. Baru putus seminggu udah gandeng pacar baru. Aku pun berkenalan dengan Judika, dan seolah-olah aku tidak mengenalnya di hadapan Syifa. Aku tidak ingin menyakiti hati sahabatku.

Setelah kejadian itu, hampir tiap hari aku murung. Aku masih sangat menyayanginya. Tapi kenapa dia pacaran dengan sahabatku sendiri? Oh Tuhan. Aku bingung sekarang. Kadang muncul dibenakku rasa bersalah telah memutuskan Judika. Tapi, aku juga marah, karena waktu itu aku melihat dengan mataku sendiri kalau Judika selingkuh. Ahh! Aku bingung!! Tapi, aku mencoba untuk melupakan Judika dan berdoa yang terbaik untuk Syifa. Dan semoga juga, Syifa tidak disakiti oleh Judika.
Sebulan telah berlalu. Perlahan-lahan aku sudah mulai bisa melupakan Judika. Aku sudah mulai bisa melupakan sosok yang telah membuat hatiku sakit berulang kali itu. Terimakasih Tuhan, Engkau sedikit-sedikit sudah membantuku menghapus kenangan Judika. Hingga suatu hari di kelas. . . . .

“Ra. Lagi ngapain?” tanya Syifa tiba-tiba mengagetkanku
“Eh, kamu Fa. Ngagetin aja. Ini nih, aku lagi ngetik laporan buat dikumpulin ke Bu Eli besok. Kamu gak ngerjain laporannya?” tanyaku
“Ah, aku malas! Aku lagi galau nih.” Kata Syifa
“Galau kenapa Fa? tanyaku
“Aku putus sama Judika, gara-gara dia ketahuan selingkuh. Ihh!! Nyebelin banget sih jadi cowok! Benci banget deh aku sama dia!” kata Syifa sambil marah-marah
“Udahlah Fa. Mungkin bukan dia cowok yang pantas buat kamu. Kamu harus belajar buat ngelupain cowok yang gak punya perasaan kayak dia.” Kataku menenangkan Syifa
“Iya Ra. Makasih yah. Kamu udah ngasih saran ke aku.” Kata Syifa
“Iya. Sama-sama.” Jawabku


Bel pulangpun berbunyi. Aku segera merapikan meja dan bergegas ingin pulang. Tapi langkahku terhenti setelah ada yang menghalangi langkah kakiku. Sosok bertubuh tinggi, ganteng, dan dengan bau parfum yang tidak asing bagiku. Yah, Judika.

“Mau apa kamu?” tanyaku dengan tatapan yang sinis
“(sambil memegang tanganku) maafin aku Ra.” Kata Judika
“(sambil menarik tanganku) gak bakal!” jawabku singkat
“Plis Ra. Aku masih sayang banget sama kamu. Waktu kamu putusin aku, kamu sama sekali gak mau dengerin penjelasan dari aku. Semua itu gak seperti yang kamu lihat Ra. Pliis, percaya sama aku.” Kata Judika
“Oh yah? Jadi yang aku lihat waktu itu apa? Kamu lagi main drama? Atau mungkin, teater? Mesra-mesraan sama cewek lain sementara kamu masih pacarku waktu itu! Dimana sih, hatimu Ka? Pembelaan dirimu itu gak penting buatku! Aku gak bakalan pernah percaya!” kataku kesal dan sempat meneteskan air mata
“Yang kamu lihat waktu itu semuanya gak bener Ra. Sebenernya, dia itu mantanku. Dia gak pernah terima aku putusin. Dia terus aja ngejar-ngejar aku. Sampai waktu hari itu, kamu ngeliat aku yang dipeluk sama dia. Dia tiba-tiba aja meluk aku waktu kamu datang. Dia sengaja pengen ngancurin hubungan kita. Dan rencananya berhasil. Kita putus dengan mudahnya. Karena hasutan orang lain.” Kata Judika
“Tapi kenapa kamu pacaran sama Syifa Ka? Sama sahabatku sendiri? Terus kamu tega nyakitin perasaan dia. Kamu selingkuhin dia! Kamu itu cowok macam apa sih?!” kataku kesal
“Maafin aku Ra. Sebenernya, aku pacaran sama Syifa cuma buat ngilangin rasa sakit hatiku ke kamu. Aku Cuma pengen dapetin penggantimu. Tapi, kamu memang pemenangnya Ra. Kamu abadi dihatiku. Aku gak pernah bisa buat ngelupain kamu meskipun aku pacaran sama sahabat kamu sendiri. Aku sayang sama kamu Ra. Pliis Dira, maafin aku.” Kata Judika membuat hatiku luluh
“Aku juga minta maaf Ka. Waktu itu, aku gak pernah mau dengerin penjelasan kamu. Aku juga sebenernya masih sayang sama kamu.” Kataku
“Jadi kita balikan lagi yah. Kamu mau kan jadi pacarku lagi?” kata Judika
“(mengangguk)”

Akhirnya, aku pulang bersama dengan Judika. Senang sekali rasanya bisa balikan sama Judika. Aku sadar kalau aku memang sangat menyayanginya. Bagiku, Judika segalanya. Meskipun aku sempat mencoba untuk melupakannya, tapi rasa sayangku untuknya tetaplah abadi. Hingga hal yang tak pernah kuinginkanpun terjadi.

“Pagi Fa.” Sapaku pada sahabat baikku itu
“(menatapku sinis, lalu mengalihkan pandangannya tanpa menjawab sapaanku)”
“Kenapa? Ada yang salah yah sama aku? Aku udah buat kamu marah yah? Aku minta maaf yah Fa.” Kataku seraya mengulurkan tanganku untuk meminta maaf pada Syifa
“(menepis tanganku) kamu itu bener-bener cewek licik yah.” Katanya sambil tersenyum sinis
“Apa maksudmu?” tanyaku tak mengerti
“Pasti kamu kan, yang udah ngerayu Judika biar dia putus sama aku? Dasar cewek licik. Sahabat sendiri ditikung. Aku liat dengan mataku sendiri kemarin kamu pelukan sama Judika didepan kelas. Dasar perebut kamu Ra! Aku benci sama kamu!” kata Syifa yang sangat mengagetkanku
“Kamu salah paham Fa. Semuanya gak seperti yang kamu kira. Aku gak nikung kamu.” Kataku memberi penjelasan kepada Syifa
“Allaaahh! Alasan kamu tuh udah basi tau gak? Yang kenalin Judika kekamu itu aku Ra. Kenapa kamu malah kayak gini sama aku? Dimana sih hatimu sebagai seorang cewek?” kata Syifa diikuti dengan tangisan
“Maafin aku Fa. Aku yang gak pernah cerita kekamu. Sebenernya, Judika itu mantanku. Dulu, aku putusin dia karena aku salah paham sama dia. Dan aku gak mau dengerin penjelasan dari dia. Dia sangat terpukul, makanya dia pacarin kamu. Dia tau kalau kamu tuh sahabatku. Dia pikir, dengan dia pacarin kamu, rasa sayangnya ke aku tuh bakalan hilang. Tapi nyatanya gak. Dia masih tetap sayang sama aku. Makanya kemarin dia dateng kekelas buat minta maaf ke aku. Dan ngejelasin semuanya. Akhirnya, aku balikan lagi sama dia. Tapi kalau karena dia persahabatan kita jadi hancur, aku bakalan putusin dia lagi Fa.” Kataku sambil menangis
“(memelukku) maafin aku yah Ra. Aku udah salah paham. Gak usah Ra, kamu gak usah putusin Judika. Kamu cocok kok sama dia. Aku dukung kalian. Maafin aku yah.” Kata Syifa

Aku akhirnya baikan sama Syifa. Dan hubunganku dengan Judika, tetap berjalan lancar. Aku berharap, bisa selamanya bersama dengan orang-orang yang kusayangi.


=====*****=====
|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Cinta DIA MILIKKU  Dari  Mimin Khoirum Widiawati

Profil Penulis
Nama : Mimin Khoirum Widiawati
TTL : Malang, 26 DEsember 1996
Sekolah : SMKN1 Bontang Kalimantan Timur
Alamat : Jalan RE MARTADINATA Loktuan, Bontang
Hobi : Menulis, Memasak, Tidur
Alamat Facebook : widicamutz@yahoo.co.id
Alamat Twitter : MiminKhoirum@yahoo.co.id


Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku

Cerpen Cinta: SINAR MENTARI

Cerpen Cinta
Cerpen Cinta SINAR MENTARI
Oleh : Mimin Khoirum Widiawati

Cerpen Cinta SINAR MENTARI

         Aku menapaki jalan setapak yang basah dan becek karena baru saja telah turun hujan. Jalan ini lengang, tak ada satu orangpun yang lewat, kecuali aku. Aku takut, tapi aku berusaha untuk melawan rasa takutku, dan bergegas ingin sampai kerumah. Aku baru saja pulang dari kursus memasak. Waktu sudah menunjukkan pukul 9 malam. Tapi, aku belum juga sampai dirumah dikarenakan jalan yang becek, membuatku sulit untuk berjalan. Jalan ini licin, aku takut terpeleset. Dan tiba-tiba. . . . . . . .
BRAKKK!!!!!!! Aku terjatuh. Sakit memang, tapi aku harus bangun. Kondisi badanku yang memang kurang enak, membuatku tidak ingin melanjutkan perjalanan. Tapi aku harus pulang. Akhirnya, pukul 9.30 malam aku sampai dirumah.

Sesampainya dirumah. . . .

“Dari mana saja kamu nduk..?” tanya Ibuku
“Maaf Bu, aku tadi pulang dari kursus memasak, tapi karena jalanan licin dan becek aku tidak bisa cepat-cepat Bu. Aku takut jatuh, ini aja aku udah jatuh..” Jawabku
“Aduh Sinar, Ibu kan sudah bilang, kamu tidak usah lagi ikut kursus yang tidak penting itu nduk. Ibu bisa mengajari kamu memasak tanpa perlu kursus-kursus. Kondisi kamu tidak seperti teman-temanmu yang sehat nduk. Kamu perlu banyak istirahat. Nanti penyakitmu kambuh kalau kamu terlalu banyak aktivitas..” kata Ibu cemas.
“Tapi Bu. . . .”
“Tidak ada tapi-tapian nak. Ibu tidak ingin kamu jatuh sakit lagi. Ibu tidak ingin kehilangan kamu nduk. Untuk kali ini saja, turuti Ibu sayang.” Kata Ibu
“Aku gak bisa Bu. Maafin aku. Aku senang memasak, aku gak bisa tanpa memasak Bu. Aku ingin menjadi hebat seperti chef-chef yang terkenal yang sering muncul di TV itu Bu.” Kataku
“Jangan bodoh Sinar! Kamu ini sakit! Kamu tidak seperti teman-temanmu yang sehat. Kamu harusnya lebih memperhatikan kesehatanmu nak.” Kata Ibu
“Iya Bu. Aku tau kalau aku ini penyakitan. Tapi, apa aku gak boleh, mengejar cita-citaku Bu? Gak boleh? Saat aku memasak, aku merasa lebih senang dan lupa akan semua penyakit yang menimpaku Bu. Saat aku memasak, aku merasa sangat tenang. Aku mohon Bu, izinkan aku untuk tetap kursus memasak..” pintaku
“Baiklah Sinar jika itu kemauanmu. Ibu ingin yang terbaik untukmu nak. Tapi kamu harus ingat, kamu harus menjaga kesehatanmu, supaya penyakitmu tidak gampang kambuh..” kata Ibu
“Iya Bu. Makasih yah Bu (sambil memeluk Ibu)”
“Iya nduk. Sekarang kamu tidur yah, besok kan kamu harus sekolah.” Kata Ibu
“Baik Bu..” jawabku
Aku pun masuk kedalam kamar dan bersiap-siap untuk tidur. Yah, beginilah keadaanku. Tinggal di rumah yang sederhana dengan seorang Ibu yang begitu menyayangiku. Ayahku sudah lama telah tiada. Aku mempunyai seorang adik perempuan dan seorang kakak laki-laki. Namaku, Sinar Mentari. Yah, nama yang sangat indah untuk kumiliki. Aku senang dengan namaku itu. Sudah 2 tahun ini, aku divonis Dokter mengidap Leukimia. Dokter memprediksikan, bahwa umurku tidak akan lama lagi. Tapi buktinya, sampai saat ini aku masih bisa bertahan demi orang-orang yang kucintai. Demi Ibu, Kak Radit, dan Savira. Aku sangat menyayangi mereka. Aku sekarang sedang duduk di kelas X SMA. Aku sangat hobi sekali memasak. Dulu, Ibuku menentang hobiku itu, karena dia pikir dengan aku kursus memasak, aku akan menghabiskan banyak tenaga sehingga aku kecape’an, dan akhirnya penyakitku kambuh lagi. Tapi sekarang, Ibu sudah mendukung hobiku. Aku senaaaang sekali.

Keesokan harinya. . . . .

“Sinaaaaaaaaaaaaarrrr!!! Baaaaaannnggguuuunnnn!!! Teriak Kak Radit tepat di telingaku.
“(kaget) apaan sih Kak Radit. Aku masih ngantuk.” Jawabku bermalas-malasan
“Yasudah kalau kamu gak mau sekolah, tidur aja terus. Kakak udah mau berangkat nih.” Kata Kak Radit
“Emangnya ini jam berapa sih Kak?” tanyaku
“Jam setengah 7.” Kata Kak Radit sambil berlalu keluar dari kamarku
“Apaaaa!!! Aduh Kak Raaaaaaaaaddddiiiiiittt!! Kenapa gak bilang dari tadi kalau udah jam segini. Aku kan bisa telat! Kak Radiiiitt!!” kataku memanggil Kak Radit
“Yah salah sendiri. Udah yah, kakak berangkat dulu. Assalamualaikum Sinar..” kata Kak Radit sambil meninggalkanku, dia pergi dengan tawa bahagia karena adiknya telat.
“Walaikumsalam, eh Kak Radit! Aduuh. Tungguin dong, aku mandinya kilat deh.. Kak, Kak Radit..” kataku
“Gak mau ah. Nanti kakak telat lagi. Hahahahaha!!” kata Kak Radit
“IIIIHHHHH!! Kak Radit NYEBELIN!!” kataku
Akupun bergegas untuk mandi dan bersiap-siap kesekolah. Gara-gara telat, aku jadi lupa sarapan dan lupa mengambil uang saku. Alhasil, aku jalan bahkan sedikit berlari untuk mencapai sekolahku yang jaraknya kurang lebih 1km dari rumahku. Saat perjalanan kesekolah, tiba-tiba saja ada motor yang berhenti tepat disebelahku. Akupun menengok dan. . . . .
“Telat yah?” tanya Reyhan, teman sekolahku
“Oh kamu Rey. Aku kira siapa. Iya nih. Mana Kak Radit gak mau antarin aku lagi. Nyebelin!” jawabku
“Hahahaha! Habisnya kamu telat sih, jelaslah Kak Radit gak mau antarin kamu. Yaudah, bareng aku aja yuk..” ajak Rey
“Hmm. Iya deh.” Jawabku
Akupun naik keatas motor Reyhan. Reyhan adalah teman sekolahku. Tepatnya, teman sekelasku sekaligus sahabat baikku. Aku sangat suka padanya, karena dia baik. Bukan suka yang gimana-gimana loh. Hihihih. Reyhan ganteeeng banget. Banyak cewe-cewe disekolah yang naksir dia. Tapi, dia gak mau. Mungkin Reyhan trauma sama cewe kali yah. Tapi gak papa sih, Reyhan tetap sahabat baikku, seperti apapun dirinya. Aku sayang Reyhan.

Sesampainya disekolah. . . . . . .

“Sampai didepan gerbang yah aja tuan putri yang cantik.” Kata Reyhan
“Ih! Apaan sih Rey.? Hahahah! Iya deh. Makasih yah, pangeran yang buruk rupa.” Jawabku
“Eh! Sialan! Aku dikatain buruk rupa. Awas aja yah kamu, nanti gak aku tebengin lagi.” Kata Reyhan
“Hahahahh! Iya iya deh, sori Reyhan yang keren. Makasih yah.” Kataku
Akupun berlalu meninggalkan Reyhan yang akan memarkir motornya. Sesampainya dipintu kelas, aku melihat belum ada guru yang masuk. Syukurlah, aku tidak terlambat. Akupun lalu duduk ditempatku, dan mulai membuka-buka buku pelajaran yang akan kami pelajari hari ini. Yah, itulah kebiasaanku. Selalu membuka buku sebelum pelajarannya dimulai. Saat Reyhan masuk kedalam kelas, tepat sekali. Belpun berbunyi. Semua murid bergegas masuk kedalam kelas dan duduk ditempatnya masing-masing. Tak berapa lama kemudian, Bu Dian guru Bahasa Indonesia pun masuk. Tanpa banyak basa-basi, dia langsung mengucapkan salam dan pelajaranpun dimulai. Aku sangat suka pelajaran Bahasa Indonesia.
Tak berapa saat kemudian, bel pun berbunyi. Menandakan pergantian jam pelajaran. Tak berapa lama juga, Pak Heru guru Matematika pun masuk. Dia langsung menanyakan PR yang diberikannya minggu lalu. Kami pun langsung mengumpulkannya dan beliau pun langsung melanjutkan pelajarannya saat semua murid sudah mengumpulkan PR. Akhirnya, bel pun berbunyi. Ini menandakan istirahat telah tiba.

“Baiklah anak-anak, pelajarannya kita lanjutkan besok, sekarang sudah waktunya istirahat. Jangan lupa untuk mengerjakan tugas yang Bapak berikan. Bapak akhiri, Assalamualaikum.” Kata Pak Heru sambil meninggalkan kelasku
“Walaikumsalam” jawab murid-murid

Di kantin. . . . . . .

“Hay Sinar, lagi ngapain kamu?” sapa Reyhan tiba-tiba
“Aduh Reyhan, daritadi ngagetin terus sih. Aku lagi belajar resep buat cake nih. Hehehheh” jawabku
“Loh. Bukannya Ibu kamu melarang kamu buat ikut kursus memasak itu yah? Nanti kamu sakit lagi Sin. Kamu harus jaga kesehatan kamu. Ingat itu.” Kata Reyhan mengingatkan
“Iya Rey. Tapi itu dulu, sekarang Ibuku sudah mengizinkan untuk ikut kursus memasak itu. Aku senaaaang sekali. Ibuku akhirnya mengerti apa keinginanku.” Jawabku riang
“Wah.. Baguslah kalau begitu. Itu artinya, kamu bisa menyalurkan bakat memasakmu dan kamu bisa menjadi hebat seperti chef yang TV itu.” Kata Reyhan
“Hahahah!! Pikiranmu sama denganku Rey. Aku juga ingin menjadi seperti itu. Sangat ingin.” Kataku
“Tapi kamu harus ingat Sinar, kamu harus lebih menjaga kesehatanmu. Aku gak mau kamu sakit lagi. Kamu jangan terlalu lelah yah.” Kata Reyhan mengingatkan
“Iya Rey. Aku tau kok.” Kataku

Bel masukpun berbunyi. Semua murid-murid bergegas memasuki kelasnya masing-masing. Begitupun aku dan Reyhan. Tak terasa, waktu begitu cepat berlalu. Akhirnya, bel yang ditunggu-tunggu pun berbunyi. Yah, bel yang menandakan waktu pulang sekolah. Semua murid lalu merapikan barang-barangnya dan memberi salam pada guru yang terakhir mengajar. Kami semua pun akhirnya pulang.

Perjalanan pulang. . . . . .

“Sinar, pulang sama siapa?” tanya Reyhan
“Gak tau nih Rey. Kayaknya Kak Radit gak jemput aku deh.” Jawabku
“Yaudah, bareng aku aja yuk, daripada kamu jalan kaki atau naik bis, ongkosnya lebih mahal, lagian pasti kamu capek juga kalau jalan kaki. Aku tau kalau kamu gak bawa uang saku kan?” kata Reyhan
“Heheh!! Iya. Yaudah deh, aku bareng kamu aja (sambil naik kemotornya Reyhan)”
“Tapi, kita makan dulu yah.” Kata Reyhan
“Terserah kamu aja Rey. Tapi traktir yah.” Jawabku
“Sip oke bos..” jawab Reyhan

Aku dan Reyhan pun tiba disebuah tempat makan. Reyhan memesankan aku makanan dan minuman. Dia juga memesan sama seperti makanan dan minumanku. Kami berdua pun makan. Setelah kenyang, aku dan Reyhan pulang. Reyhan mengantarkanku sampai kerumahku. Setibanya dirumahku, Reyhan tidak mau mampir. Katanya, ada les yang harus dia ikuti dan tidak boleh terlambat. Akupun lalu mengucapkan terimakasih padanya, lalu aku masuk kedalam rumahku. Reyhan pun pulang. Saat aku memasuki rumahku, Ibu sudah menungguku di meja makan. Ibu lalu mengajakku untuk makan siang bersama.

“Sinar, kamu sudah pulang nduk. Makan dulu yah nak, ganti baju kamu dulu.” Kata Ibu
“Aduh Bu, maaf yah. Tapi aku tadi sudah makan sama Reyhan Bu. Tadi aku pulang sama dia, jadi sekalian diajak makan sama dia.” Jawabku
“Yasudah, kamu ganti baju aja dulu. Jangan lupa shalat ya nduk.” Kata Ibu
“Oke deh Bu, Sinar kekamar dulu yah Bu.” Jawabku
Sesampainya dikamar, aku langsung ganti baju. Setelah ganti baju, aku bergegas mengambil air wudu untuk melaksanakan shalat Dhuhur. Beberapa saat kemudian, akupun selesai shalat. Aku lalu merebahkan tubuhku diatas kasur dan aku mulai menulis di buku harianku.

Ada getaran yang beda, ketika sepasang mata yang indah itu saling menatap. Ada sesuatu, yang sangat spesial dan sangat berarti maknanya bagiku. Aku ingin, jika sepasang mata yang indah itu menjadi milikku. Aku ingin memilikinya. Ingin sekali. Tuhan, apakah ini cinta? Sampai saat ini aku masih belum mengerti. Ketika aku berada dalam sebuah hutan yang gelap dan tidak ada siapapun disana, aku bisa melihat sebuah cahaya yang terang menyala. Yah, cahaya cinta dari seseorang yang memiliki sepasang mata yang indah.

Sinar

Setelah selesai menulis dibuku harianku, tanpa sadar akupun terlelap. Sampai akhirnya, adzan berkumandang. Akupun terbangun dari tidur siangku. Aku lalu mengambil air wudu dan melaksanakan shalat Ashar. Setelah selesai shalat, aku berjalan keluar kamar. Aku duduk dihalaman belakang rumahku. Aku duduk, dan terus duduk disana. Aku merenungi nasibku. Sampai kapankah aku akan bertahan hidup? Akankah aku sembuh? Ya Tuhan. Pikiranku kacau sekarang. Tanpa aku sadari, air mataku pun mengalir. Aku dengan cepat menghapusnya, sambil berkata “Tidak Sinar! Kamu orang yang kuat, kamu pasti bisa Sinar! Jangan putus asa!”

Beberapa hari kemudian. . . . .

“Oh Tuhan, sampai kapankah aku akan bertahan?” Sudah seminggu ini pikiranku diganggu oleh pertanyaan itu. Bahkan aku sampai lupa untuk kursus memasak karena aku merasa telah hancur. Aku bukanlah Sinar yang biasanya. Kali ini aku lebih rapuh dan lebih mudah putus asa. Mengapa aku seperti ini? Apakah Tuhan akan memanggilku sebentar lagi? Entahlah, yang jelas sekarang aku tidak berminat untuk melakukan apa-apa. Aku hanya berusaha untuk memperbanyak amal baikku dan terus melaksanakan perintah-perintahNya. Mungkin ini adalah sebuah firasat, kalau Tuhan akan memanggilku sebentar lagi.
Hari-hari belakangan ini selalu aku lewati dengan murung. Tak seceria biasanya. Hingga pada suatu sore, aku bertemu dengan Rey di sebuah taman. Aku kebetulan jalan-jalan disana sendirian untuk menghilangkan pikiran-pikiran yang selama ini menggangguku. Dan, Rey pun menyapaku.
“Sendirian aja Sin?” tanya Reyhan
“Iya Rey. Kamu juga sendirian?” tanyaku balik
“Iya, kamu ngapain disini? Akhir-akhir ini, aku sering melihatmu murung dan berdiam diri. Gak seperti Sinar yang biasanya. Sinar yang periang dan lucu. Ada apa?” tanya Reyhan khawatir

Akupun duduk di sebuah bangku taman, dan mulai bercerita apa yang selama ini aku alami pada Reyhan.

“Rey, kamu gak akan pernah ngerti apa yang selama ini aku rasain.” Kataku, memulai pembicaraan
“Apa maksudmu Sin?” tanya Reyhan
“Aku mencoba buat menjadi seorang yang periang dan lucu dihadapan semua orang, tapi itu hanya kebohongan yang besar. Aku rapuh Rey, aku pecundang, aku hancur!” kataku seraya menitikkan air mata
“(sambil memelukku yang sedang menangis) kata siapa? Kamu gadis yang kuat Sinar. Kamu itu adalah inspirasi bagi penderita leukimia yang lain. Kenapa kamu ngomong kayak gitu? Apa yang membuat kamu berfikir seperti itu setelah kamu bisa melupakan penyakitmu dan mencoba menjadi periang didepan orang-orang yang mengkhawatirkanmu? Kamu itu gadis yang luar biasa! Kamu tau itu Sinar? Kamu tau kenapa kamu menjadi gadis yang luar biasa? Karena kamu masih bisa tersenyum disaat kamu sedang susah, kamu masih bisa tertawa, dan kamu juga bisa membuat orang lain tertawa. Kamu luar biasa!” kata Reyhan memberiku semangat
“(tersenyum) makasih Rey, kamu udah ngajarin aku hal baru. Kamu baik banget. Sekarang, aku bakalan coba buat jadi Sinar yang dulu lagi. Makasih yah Rey. (memeluk Reyhan)”
“Iya Sinar, oiya ada satu hal lagi yang pengen aku sampein ke kamu.” Kata Reyhan membuatku penasaran
“Apa?” tanyaku
“Selama ini, ada sebuah bintang yang bersinar terang dihatiku. Aku ingin memiliki bintang itu. Ingin sekali. Bintang itu bernama Sinar.” Kata Reyhan
“Maksudmu?” tanyaku lagi
“Aku mencintai kamu Sinar. Aku sayang sama kamu. Kamu mau kan jadi pacarku?” kata Reyhan membuat jantungku serasa berhenti berdetak

Tuhan. Hatiku serasa melayang mendengar perkataan Reyhan. Aku juga mencintainya, sangat sangat mencintainya. Terimakasih Tuhan, Engkau mengirimkanku seorang malaikat yang akan terus menuntunku kearah yang benar. Akupun mengiyakan pertanyaan Reyhan, yang berarti aku mau menjadi kekasihnya. Reyhan ternyata sama denganku, dia juga sangat senang mendengar jawabanku. Terimakasih Tuhan.

Beberapa bulan kemudian . . . . .

Sudah 2 bulan aku pacaran dengan Reyhan. Hubungan kami sangat akur. Aku semakin lama semakin mencintainya. Hingga bencana itu datang. Bencana yang selama ini aku takutkan. Yah, leukimia. Penyakit itu semakin ganas. Dia tidak mau lagi bertoleransi dengan tubuhku. Hingga akhirnya, aku harus dirawat dirumah sakit. Sedih memang, aku tidak bisa melihat Reyhan yang selalu menghiburku, kemana dia? Mengapa dia tidak datang menengokku. Ya Tuhan, ada apa dengan Reyhan?
Sudah seminggu aku dirawat dirumah sakit, tapi Reyhan tidak juga menengokku. Apakah Reyhan sudah mulai bosan dengan wanita penyakitan seperti aku? Ah, itu tidak mungkin! Reyhan sangatlah menyayangiku. Sampai suatu hari, penyakitku semakin parah. Aku sudah tidak sanggup lagi untuk berkata-kata. Dan hari itu, Reyhan datang dengan membawa sebuah cake kesukaanku. Ya Tuhan, Reyhan sengaja membelikan cake itu untukku? Senangnya..

“Gimana? Udah enakan?” tanya Reyhan
“(menggeleng) pe-nya-kit-ku se-ma-kin pa-rah Rey. A-ku ti-dak bi-sa ba-nyak ber-bi-ca-ra.” Jawabku dengan terbata-bata
“(menangis sambil memelukku) maafkan aku Sinar, aku tidak pernah ada disaat kamu membutuhkanku. Aku benar-benar tidak berguna buatmu Sinar. Maafin aku. Ini, aku bawakan cake kesukaanmu. Selama ini, aku kursus masak sepertimu, agar aku bisa membuatkan kamu sesuatu. Seperti cake ini. Gimana, kamu suka gak?” tanya Reyhan sambil terus menangis
“(mengangguk) i-ya, gak pa-pa. Rey-han, a-ku sa-yang ka. . . . . .
“Sinar, Sinar!! Bangun Sinar! Kamu kenapa? Jangan tinggalin aku Sinar!!! Sinaaaaaarrrrrr!!!” teriak Reyhan

Sinarpun meninggal. Dia menitipkan secarik kertas untuk Reyhan. Yang isinya. . .

To : Reyhan sayang
Ketika pemilik sepasang mata yang indah itu menjadi milikku, aku sangat senang. Bahkan, sulit rasanya untuk aku percaya kalau aku adalah pacarmu. Aku menyayangimu Rey. Meskipun aku udah gak ada disisi mu, tapi percayalah kalau aku akan selalu ada dihatimu. Aku akan selalu hidup disana, menemanimu sampai kapanpun. Aku sayang kamu Rey.
Sinar

Reyhanpun menangis. Dia sadar kalau dia benar-benar mencintai Sinar. Sosok wanita yang membuat hidupnya menjadi lebih berwarna. Yang selalu memberi tawa dihidupnya. Dialah Sinar, Sinar Mentari yang sangat dia sayangi. Yang untuk hari ini dan seterusnya, akan hidup dihati Reyhan meskipun sosoknya sudah tidak bisa lagi dilihat..


=====*****=====
|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Cinta SINAR MENTARI  Dari  Mimin Khoirum Widiawati

Profil Penulis
Nama : Mimin Khoirum Widiawati
TTL : Malang, 26 DEsember 1996
Sekolah : SMKN1 Bontang Kalimantan Timur
Alamat : Jalan RE MARTADINATA Loktuan, Bontang
Hobi : Menulis, Memasak, Tidur
Alamat Facebook : widicamutz@yahoo.co.id
Alamat Twitter : MiminKhoirum@yahoo.co.id


Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku

Cerpen Cinta: MALAIKAT UNTUK TASYA

Cerpen Cinta
Cerpen Cinta MALAIKAT UNTUK TASYA
Oleh : Mimin Khoirum Widiawati

Cerpen Cinta MALAIKAT UNTUK TASYA
      Oke , kenalin . Nama gue Natasya Five Nindry Dewi . Panggil aja gue Tasya .Gue itu anak ke lima dari 5 bersaudara , yaa anak bungsu gitu deeh .Gue tuh manja abis , dan gue gak suka banget sama warna merah .Gue gak pernah akur sama kakak-kakak gue .Gue benci mereka semua . Gue gak suka aturan yang mereka buat untuk gue . Kalau menurut gue , itu gak bakalan ngerubah sifat gue yang urak-urakan ini .Jadi , gue milih jalanin aja hidup gue tanpa mikirin mereka semua .Gue gak punya ortu lagi . Mereka udah tenang di surga sana .
Semenjak kematian kedua ortu gue , gue jadi kayak gini . Gue jadi anak yang berandalan . Gue gak terima , kalau gue mesti hidup sama kakak yang gak pernah gue suka . Jadi , ginilah caranya gue memberontak dari kehidupan gue yang gak pernah bersahabat sama gue .
Kakak gue itu , sukanya ngomel , marah gak jelas , nyuruh ini , nyuruh itu , iiihh ...!! emang nya dia kira gue pembantu apa ??!!
Kalau gak mau cepet tua karena ngadapin gue , mendingan kerjain sendiri aja deeh , tuh semua. Paling males yah, kalau disuruh bangun pagi. Ampuunnnn. Gue gak bisa banget bangun pagi-pagi tau gak siiih????!!!
Tapi, ada satu hal yang bikin gue sampai saat ini masih mau sekolah. Yaitu, Mila. Sahabat gue. Tanpa dia, gue bukan siapa-siapa. Dia yang udah ngajarin gue arti sebuah kehidupan.
Bagi gue, Mila sangat berarti.
Gue sayang banget sama sahabat gue itu..

Suatu pagi di sekolah. . . . .

Uhh .. Sial banget sih gue hari ini ..!! Dasar kakak gak tau terima kasih !
Udah bagus-bagus yaa , gue mau di suruh nyuci piring , eh malah gak di kasih uang jajan . Awas loe nanti kalau gue pulang , gue pecahin tuh semua piring !!
Uhhhhhh !!! ( sambil menendang sebuah kaleng )
Bruukk ... kaleng itu mengenai kepala seorang guru BP yang sangar nya minta ampun .
“ Tasya !! apa yang kamu lakukan ?” tanya Bu Indah sambil memelototi Tasya .
“Nendang kaleng Bu,”
“Kamu tahu tidak , kaleng itu kena kepala Ibu , apa kamu mau , masuk ruang BP ?”
“Udah laa Bu, gak benjol juga . Manja banget sih Ibu , kena kaleng gitu aja udah mau masukkan saya ke ruang BP.” ( sambil berlalu meninggalkan Bu Indah yang sedang ngomel-ngomel )
“Tasyaaaaaaaaaaaaa !!!!!!! Ibu kurangi point kamu , Ibu kurangi 25 . awas kamu kalau ketemu Ibu lagi , gak akan Ibu biarin pergi kamu ! Dasar murid kurang ajar !!!!” ( sambil memegangi jidat nya yang rada benjol )

Sesaat kemudian ....
“Haaii-haaii” sapa Tasya pada sahabat nya .
“Haii juga Sya” kata sahabat nya , Mila .
“Lagi mikirin apa’an sii ?” tanya Tasya penasaran .
“Ini nii , katanya mau ada murid baru di kelas IX B . Katanya sih ganteng , cute , pokoknya perfect abis deh .” kata Mila , dengan nada yg di lebay-lebay’in .

Tasya mempunyai sahabat yang sangat mengerti dia . Namanya Mila .
Mila senasib dengan Tasya , sama-sama sudah gak punya orang tua lagi . makanya mereka berdua serasa klop banget giitu .

“Alaah . Seganteng apa sih ? Paling juga di bawahnya kakak Nicky . “ kata Tasya sambil menyebut nama artis idolanya , yaitu Nicky XOIX .
“Huuuh .. Nickyyy aja terus , gak bakalan juga loe ketemu dia Sya , jangan mimpi deh hahahahah .” kata Mila menertawai Tasya .
“Awas lo yaa La, kalau gue ketemu , gue jitak lo .” Hmm ..
“Ke kantin yuk La .” kata Tasya .
“Ayo , laper gue .” kata Mila.

Beberapa menit kemudian , Tasya dan Mila tiba di kantin sekolah yang kebetulan jauh dari kelas mereka , jadi mereka berdua bisa bolos tanpa sepengetahuan guru .
Di kantin , Tasya makan banyak sekali , karena dia tidak sarapan pagi tadi .
Mila pun demikian .

Tiba-tiba , datang sesosok pria yang tampan dan gagah duduk di meja sebelah Tasya dan Mila makan .

“Syaa .. Ganteng banget cowo itu .” kata Mila sambil menyikut-nyikut tangan Tasya .
“Apaan sih loe La ? Gue lagi makan nih , jangan di ganggu .” kata Tasya .
“Itu Sya , liat dulu .” kata Mila .
“Ah , mendingan gue makan , udah jangan ganggu gue .” kata Tasya .

Tiba-tiba cowo itu menyapa Mila .
“Haii Mila ...” kata Reno , nama cowo itu .
“Haaa haa haa haaiii ju ju ju gaa ..” kata Mila dengan gagap . ( Mila kalau ngobrol sama cowo cakep pasti jadi gagap )
“Rileks aja lagi ngomong sama gue , nama gue Reno . Gue anak baru , gue tau loe dari anak-anak yang pada ngomongin loe , katanya loe tukang bolos yaa ?” kata Reno .
“Salam kenal yaa , Reno . Hmm , gue sebenernya gak mau bolos , tapi temen gue yang satu ini nii , yang ngajakin gue bolos mulu’ , yaa . jadi kebiasaan deh . heheheh ..” kata Mila sambil malu-malu .
“ouh . jadi si Tasya ini yang ngajarin lo bolos-bolos gitu yaa ?” kata Reno sambil melirik Tasya yang lagi makan bakso .
“Apa lo ?! Lirik-lirik gue ?!! Mau gue makan lo ?” kata Tasya sinis .
“Dasar cewe aneh . Udah lah La , kita ngobrol berdua aja . Gak usah ngurusin temen lo yang gak tau malu itu .” kata Reno .
“apa kata lo ?!!!!!! Belum tau gue lo yaa . Gue gibeng terbang lo .!” kata Tasya sedikit ngamuk .
“Oiya La , lo kelas berapa ?” tanya Reno pada Mila dan dia tidak menghiraukan Tasya yang marah-marah .
“Kelas 3 Ren , lo kelas berapa ?” tanya Mila balik .
“Sama , waah .. Jangan-jangan kita satu kelas , gue kelas IX B .. lo ?” tanya Reno lagi pada Mila .
“Gue kelas IX C Ren . yaah , gak sekelas deh .” Kata Mila .

Mereka berdua pun asyik ngobrol dan tidak menghiraukan Tasya . Akhirnya Tasya marah dan dia meninggalkan Reno dan Mila berdua di kantin .

Sesaat kemudian ....
“Tasya , kamu kenapa ?” tanya salah seorang siswa bernama Joni yang ternyata menyukai Tasya , dia adalah anak yang pintar dan sopan .
“Gak usah tanya-tanya !!!!! Lo kira lo siapa berani-beraninya tegur gue ?!!” kata Tasya marah .
“Bukan gitu Sya , aku cuma pengen tau , aku sedih liat kamu sedih terus .” kata Joni .
“Lo gak usah sok perhatian deh sama gue . Gue gak butuh perhatian dari lo . !!! Pergi sana lo .!” kata Tasya.

Akhirnya, Joni pun pergi meninggalkan Tasya yang masih saja marah-marah.

Tiba-tiba....
“Sya, ngambek yaa ????” sapa Mila yang merasa bersalah.
“Gak.” dengan ketusnya Tasya menjawab.
“Yaaaah Sya. Gitu aja ngambek. Jangan ngambek dong Sya. Pliiiisss.” kata Mila
“Apaan sih lo ?? Pergi sana sama sii Reno itu. Iiuuuh” kata Tasya
“Hmmmm. Cemburu yaaah ?? Lo suka yah, sama Reno ? Ciiee.” kata Mila
“Iihh. Apaan sih. Gak lagi, jangan ngaco yah lo La.” kata Tasya
“Makanya, maafin gue yah Sya, pliiiiiiiiiiiissssss banget” kata Mila
“Yaudah, gue maafin lo, tapi ada syaratnya. Lo harus nraktir gue makan bakso selama 1 bulan. Gimana ?? Kalau gak mau juga gak papa, tapi gue bakalan ngambek terus loooh.” kata Tasya
“Okee okee Sya, biar loe gak ngambek gue bakalan nraktir lo makan bakso selama 1 bulan. Okee.”kata Mila

Akhirnya mereka berdua pun berbaikan lagi. Sebenernya, dalam hati Tasya, dia penasaran dengan Reno. Tapi, dia malu sama Mila. Malu kalau Mila sampai tau kalau Tasya suka sama Reno.

Keesokan harinya....

“Tassyyyyyaaaaaaaaaaa. Bangun, lo gak sekolah apa ? Udah jam berapa nih ? Ya ampuun Tasya, banguuuuuuuuunnnn” teriak Kak Ita, kakak keempat Tasya.
“Apaan sih kak ? Gue masih ngantuk. Nanti aja banguninnya kenapa sih ? Udah sana pergi ahh.” Jawab Tasya dengan nada bermalas malasan untuk menjawab.
“Ya ampun Tasya, liat nih. Udah jam 07.00, lo nanti dimarain Bu Indah, mau ?” kata Kak Ita.
“Iya iya Kak, gue bangun. Ahh. Nyebelin banget sih lo kak.”kata Tasya.
“Tasya, kenapa ngomong kayak gitu sama kakak kamu ? Hah ? Mau belajar jadi gak sopan yah ?” kata Kak Sam, kakak Ketiga Tasya.
“Ya ampun. Iya iya, maafin gue kak. Gue telat nih, mau cepet cepet. Jangan diomelin mulu’.”kata Tasya


Keluarga Tasya, adalah keluarga besar. Dimulai dari kakak pertama dan keduanya yang kembar bernama, Raditya One Geyandra Putra (Adit) dan Reyhantya Two Geyandra Putra (Han) lalu kakak ketiganya yang bernama, Samantha Threehadi Ningsih (Sam), lalu kakak keempatnya yang bernama, Christhita Fouridina Kumalasari (Ita), dan yang terakhir adalah Natasya Five Nindry Dewi (Tasya).
Sedangkan Mila, sahabat Tasya memiliki keluarga besar juga, yaitu kakak pertamanya yang bernama, Sulung Putra Gandhi (Putra), lalu kakak keduanya yang bernama, Indah Dwi ayu (Indah), kakak ketiganya yang bernama, Trianha Setianingrum (Anha), lalu anak keempat yaitu Milanindia Fourina Khoirum (Mila), lalu adiknya anak kelima yang bernama, Ivia Fivewidia Nisa (Ivi), dan anak keenam yang bernama, Jefry Bagus Sixgandhi (Jefry).

Tasya emang suka banget telat bangun. Sampai kakak-kakaknya nyerah buat ngebangunin dia yang susaaaaaaaahhhh banget buat dibangunin.

Sesaat kemudian...

Bukk.!!!! Suara kaleng yang ditendang Tasya lagi-lagi mendarat dikepala Bu Indah.
“Hmm Hmm Hmm Hmm... Lagi-lagi Tasya, dasar anak badung” kata Bu Indah dalam hati.
“Maaf yah Bu, saya gak sengaja...” kata Tasya meminta maaf.
“Yasudah, sana pergi ke kelas.” kata Bu Indah ramah tak seperti biasanya.
“Kok Ibu gak marah sih? Ibu cape’ yah, ngadapin saya? Maaf deh, kalau gitu Bu, saya janji gak ngulangin lagi..” kata Tasya dengan muka yang dimelas-melasin.
“Gak kok. Ibu gak cape’ ngadapin kamu. Cuma Ibu lagi kurang enak badan aja. Ibu lagi males marah-marah. Apalagi sama kamu yang badungnya minta ampun. Yang ada mlah penyakit Ibu gak sembuh-sembuh lagi.. Sudah sana ke kelas.”kata Bu Indah.
“Yah Ibu, gak seru nih. Gak pake’ marah-marah. Yaudah deh, saya ke kelas yah Bu. Byee Ibu cantiik. :*” kata Tasya pada Bu Indah sambil berjalan meninggalkan Bu Indah.


Sesampainya di kelas...
“La, ngapain tuh anak ada dikelas kita..?” tanya Tasya kepada Mila yang heran melihat Reno ada didalam kelasnya dan menduduki bangkunya.
“Lo gak tau yah Sya? Dia kan udah dipindahin ke kelas kita..” kata Mila.
“Ohh. Terus, ngapain dia duduk di bangku gue??” tanya Tasya lagi.
“Hehehehh.. Gak tau tuh Reno. Dia bilang pengen duduk sebangku gue..” kata Mila.
“Iddiiiih. Enak bener hidup dia kalau kayak gitu. Dia pikir dia siapa.?!!!!! Anak baru aja belagu. Itu kan bangku gue, gue yang pertama kali nempatin. Dia dengan sekali datang langsung main ambil bangku gue. Awas aja yah..!!!!!!” kata Tasya sambil ngomel panjang lebar lalu mendatangi Reno..
“Sabar Sya, sabar. Nanti juga pindah sendiri dia. Dia bercanda aja kok mungkin..” kata Mila menenangkan Tasya.
“Allaaaaaah..!!! Dia kalau gak dimaki-maki gak bakalan pindah..!” kata Tasya sambil mendatangi Reno.


Lalu...
Braaaaaaaaaaaaaaaaaaakkkk!!!! Suara meja yang dipukul Tasya. Tasya benar-benar marah kali ini.
“Heeh cewek bego’, ngapain lo mukul meja gue.?” Kata Reno sedikit marah juga.
“Heeh cowok sableng, lo yang ngapain, hah? Ini meja gue, bukan meja lo.!” Kata Tasya.
“Ohh yaa? Ini meja lo? Itu dulu, sekarang ini jadi meja gue.!!” Kata Reno.
“Enak aja yah lo.!! Udah jago lo?! Haah? Jangan mentang mentang lo cowok yah, lo pikir gue takut sama lo!!” kata Tasya.

Reno pun terdiam. Bukan karena dia takut pada Tasya. Tapi karena dia teringat pada perkataan Mila yang memberitahunya bahwa Tasya seperti ini karena dia kesepian ditinggal oleh kedua orang tuanya.

“Gue minta maaf Sya..” kata Reno tulus.
“Gue gak bakal yah, maafin lo!!! Ingat itu! Dasaar!! Gue benci sama lo Ren..! Gue benci sama semuanya.!!! Gue benci..!!!! Gak pernah ada orang yang bisa ngerti’in gue. Gue benci!!” kata Tasya dengan mata yang berkaca-kaca. Lalu dia berlari meninggalkan kelas.
“Tasyaaaaa.!!” Teriak Reno memanggil Tasya.


Laluu...

“Gue benci! Gue benci! Gue benci!!!!!!!!!” Teriak Tasya. Dia sekarang sedang berada di gedung belakang sekolah. Dia menangis sendirian disana

Dan tiba-tiba Reno datang menghampiri Tasya. Dia memang merasa bersalah pada Tasya. Dia ingin meminta maaf. Lalu. . . . .

“Tasya.” Panggil Reno
“Apa? Gak bosen-bosennya yah lo gangguin gue.” Jawab Tasya sambil menangis
“Gue minta maaf.” Kata Reno
“Mungkin maaf itu gak akan pernah cukup Ren. Lo tau, selama gue hidup, gak pernah ada orang yang suka sama gue. Bahkan kakak-kakak gue sendiri, gak pernah ada yang suka sama gue. Gue benci kayak gini Ren. Ditambah lagi sama sikap lo yang bikin gue tambah muak hidup didunia.” Jawab Tasya sambil menangis
“Gue gak bermaksud gitu Sya. Gue pikir, lo cewek yang asik. Gue coba deketin lo dengan cara kayak gitu. Gue gitu karena gue pengen deket sama lo Sya. Gak semua orang kok gak suka sama lo. Gue suka sama lo Sya. Suka banget, dari pertama gue liat lo. Lo mau gak, jadi pacar gue?” kata Reno yang mengagetkanku
“(kaget) gue gak salah denger?” jawabku
“(menggeleng) gak kok, lo mau jadi pacar gue?” kata Reno mengulangi pertanyaannya
“Sebenernya, gue juga suka sama lo Ren.” Jawab Tasya
“Jadi, lo mau gak?” tanya Reno
“(mengangguk) iya.” Jawab Tasya

Ternyata masih ada orang yang menyayangi Tasya. Betapa senangnya dia. Dia sadar, kalau Reno sebenarnya adalah orang yang baik. Terimakasih Tuhan, Engkau telah menurunkan seorang malaikat untukku.

=====*****=====

|T|H|A|N|K|'S| |F|O|R| |R|E|A|D|I|N|G|

Itulah Cerpen Cinta MALAIKAT UNTUK TASYA  Dari  Mimin Khoirum Widiawati

Profil Penulis

Nama : Mimin Khoirum Widiawati
TTL : Malang, 26 DEsember 1996
Sekolah : SMKN1 Bontang Kalimantan Timur
Alamat : Jalan RE MARTADINATA Loktuan, Bontang
Hobi : Menulis, Memasak, Tidur
Alamat Facebook : widicamutz@yahoo.co.id
Alamat Twitter : MiminKhoirum@yahoo.co.id


Punya Cerpen Juga Atau Puisi silahkan kirim ke blog ini dengan menuju link Kirim Tulisanku