Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Agama. Tampilkan semua postingan

Al-Qur'an Sebagai Motivator Terhebat

http://asalasah.blogspot.com/2013/03/al-quran-sebagai-motivator-terhebat.html
Asalasah ~ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah (nasib) suatu kaum sampai mereka mengubah diri mereka sendiri." (QS. Ar-Ra"du:11).

Pada tahun 1970 Presiden Korea Selatan Park Chung Hee pernah mendatangi masjid Baiturahman Aceh, ia terkesima ketika membaca sebuah text (Al-Qu"ran) diatas.

Sang presiden penasaran dengan arti ayat itu , lalu ia bertanya kepada salah seorang jamaah masjid. Dan ia pun menjelaskan terjemahannya. Park Chung Hee kaget dan demikian terinspirasi oleh ayat itu. Pemahaman dan kata-kata hikmah menembus hatinya lalu menyatu dalam dirinya. Kemudian ia pun kembali ke negaranya dan menjadikan ayat itu sebagai tagline bangsanya. Dan hasilnya benar! Tak berapa lama, Korea Selatan pun berubah menjadi negara maju, disegani dan dapat mengubah nasib rakyatnya menjadi lebih baik dan sejahtera. Subhanallah.

Kesimpulan: Kita tidak perlu motivator dengan berbagai motivasi, ketika Al-Qur"an dan Sunnah NabiNya telah merasuk dalam sukma sanubari. Tak heran 15 abad yang lalu di daerah terpencil yang tidak pernah di kenal oleh dunia, mencuat nama Muhammad shallalahu alaihi wa sallam dengan Al-Qur"an. Sehingga Islam bersinar ke semua penjuru dunia sampai saat ini.

Sunggu rugi sekali jika kita tidak mau berinteraksi dengan Al-Qur'an dan hadist, karena tanpa keduanya hidup tidak ada berkah.

Baca Juga: 


Sumber: http://artikel.hanifanews.com/2012/10/al-quran-motivator-terhebat.html

Pengakuan Jujur Iblis Kepada Nabi Muhammad

Asalasah ~ Sebuah Hadits Rasul yang diriwayatkan oleh Muadz bin Jabal R.A dari Ibnu Abbas R.A keduanya berkata : �Kami bersama Rasulullah SAW berada dirumah seorang sahabat dari golongan Anshor (di Madinah) dimana para sahabat sedang berkumpul dirumah tersebut.

�Ketika kami sedang bersama Rosululloh SAW di kediaman seorang sahabat Anshar, tiba � tiba terdengar panggilan seseorang dari luar rumah:
Wahai penghuni rumah, bolehkah aku masuk..? Sebab kalian akan membutuhkanku. �
Rosululloh bersabda:�Tahukah kalian siapa yang memanggil?�
Kami menjawab: �Alloh dan RosulNya yang lebih mengetahui.�
Beliau melanjutkan, �Itu Iblis, laknat Alloh bersamanya.�Umar bin Khattab berkata: �izinkan aku membunuhnya wahai Rosululloh� Nabi menahannya: �Sabar wahai Umar, bukankah kamu tahu bahwa Alloh SWT memberinya kesempatan hingga hari kiamat? Lebih baik bukakan pintu untuknya, sebab dia telah diperintahkan oleh Alloh untuk ini, pahamilah apa yang hendak ia katakan dan dengarkan dengan baik.� Ibnu Abbas RA berkata: pintu lalu dibuka, ternyata dia seperti seorang kakek yang cacat satu matanya. di janggutnya terdapat 7 helai rambut seperti rambut kuda, taringnya terlihat seperti taring babi, bibirnya seperti bibir sapi. Iblis berkata: �Salam untukmu Muhammad,� . salam untukmu para hadirin�� Rosululloh SAW lalu menjawab: Salam hanya milik Alloh SWT, sebagai mahluk terlaknat, apa keperluanmu?� Iblis menjawab: �Wahai Muhammad, aku datang ke sini bukan atas kemauanku, namun karena terpaksa.� � Siapa yang memaksamu?� Seorang malaikat dari utusan Alloh telah mendatangiku dan berkata: �Alloh SWT memerintahkanmu untuk mendatangi Muhammad sambil menundukkan diri. Beritahu Muhammad tentang caramu dalam menggoda manusia. jawabalah dengan jujur semua pertanyaannya. Demi kebesaran Alloh, andai kau berdusta satu kali saja, maka Alloh akan jadikan dirimu debu yang ditiup angin.�
Oleh karena itu aku sekarang mendatangimu. Tanyalah apa yang hendak kau tanyakan. jika aku berdusta, aku akan dicaci oleh setiap musuhku. tidak ada sesuatu pun yang paling besar menimpaku daripada cacian musuh.�

Orang Yang Dibenci Iblis
Rosululloh SAW lalu bertanya kepada Iblis: �Kalau kau benar jujur, siapakah manusia yang paling kau benci?�
Iblis segera menjawab: �Kamu, kamu dan orang sepertimu adalah mahkluk Allah yang paling aku benci.�
�Siapa selanjutnya?�
Pemuda yang bertakwa yang memberikan dirinya mengabdi kepada Allah SWT.�
�lalu siapa lagi?�
Orang Aliim dan wara� (Loyal)
�Lalu siapa lagi?�
Orang yang selalu bersuci.
�Siapa lagi?�
Seorang fakir yang sabar dan tak pernah mengeluhkan kesulitannnya kepda orang lain.�
Tanda orang sabar
Apa tanda kesabarannya?�
Wahai Muhammad, jika ia tidak mengeluhkan kesulitannya kepada orang lain selama 3 hari, Alloh akan memberi pahala orang -orang yang sabar.�
� Selanjutnya apa?�
Orang kaya yang bersyukur.
Tanda orang Syukur
Apa tanda kesyukurannya?�
Ia mengambil kekayaannya dari tempatnya, dan mengeluarkannya juga dari tempatnya.�
�Orang seperti apa Abu Bakar menurutmu?�
Ia tidak pernah menurutiku di masa jahiliyah, apalagi dalam Islam.�
�Umar bin Khottob?�
Demi Alloh setiap berjumpa dengannya aku pasti kabur.�
�Usman bin Affan?�
Aku malu kepada orang yang malaikat pun malu kepadanya.�
�Ali bin Abi Tholib?�
Aku berharap darinya agar kepalaku selamat, dan berharap ia melepaskanku dan aku melepaskannya. tetapi ia tak akan mau melakukan itu.� (Ali bin Abi Thalib selau berdzikir terhadap Alloh SWT)

Amalan Yang Dapat Menyakiti Iblis

Apa yang kau rasakan jika melihat seseorang dari umatku yang hendak sholat?�
aku merasa panas dingin dan gemetar.�
�Kenapa?�
Sebab, setiap seorang hamba bersujud 1x kepada Alloh, Alloh mengangkatnya 1 derajat.�
Jika seorang umatku berpuasa?�
Tubuhku terasa terikat hingga ia berbuka.�
Jika ia berhaji?�
Aku seperti orang gila.�
Jika ia membaca al-Quran?�
Aku merasa meleleh laksana timah diatas api.�
Jika ia bersedekah?�
Itu sama saja orang tersebut membelah tubuhku dengan gergaji.�
�Mengapa bisa begitu?�
Sebab dalam sedekah ada 4 keuntungan baginya. yaitu keberkahan dalam hartanya, hidupnya disukai, sedekah itu kelak akan menjadi hijab antara dirinya dengan api neraka dan segala macam musibah akan terhalau dari dirinya.�
Apa yang dapat mematahkan pinggangmu?�
Suara kuda perang di jalan Allah.
Apa yang dapat melelehkan tubuhmu?�
Taubat orang yang bertaubat.�
Apa yang dapat membakar hatimu?�
Istighfar di waktu siang dan malam.�
Apa yang dapat mencoreng wajahmu?�
Sedekah yang diam � diam.�
Apa yang dapat menusuk matamu?�
Shalat fajar.�
Apa yang dapat memukul kepalamu?�
Shalat berjamaah.�
Apa yang paling mengganggumu?�
Majelis para ulama.�
Bagaimana cara makanmu?�
Dengan tangan kiri dan jariku.�
Dimanakah kau menaungi anak � anakmu di musim panas?�
Di bawah kuku manusia.�

Manusia Yang Menjadi Teman Iblis

Nabi lalu bertanya : �Siapa temanmu wahai Iblis?�
Pemakan riba.�
Siapa sahabatmu?�
Pezina.�
Siapa teman tidurmu?�
Pemabuk.�
Siapa tamumu?�
Pencuri.�
Siapa utusanmu?�
Tukang sihir.
Apa yang membuatmu gembira?�
Bersumpah dengan cerai.�
Siapa kekasihmu?�
Orang yang meninggalkan sholat jum�at
Siapa manusia yang paling membahagiakanmu?�
Orang yang meninggalkan sholatnya dengan sengaja.�

Iblis Tidak Berdaya Di hadapan Orang Yang Ikhlas

Rosululloh SAW lalu bersabda : �Segala puji bagi Alloh yang telah membahagiakan umatku dan menyengsarakanmu.
Iblis segera menimpali :
Tidak,tidak� tak akan ada kebahagiaan selama aku hidup hingga hari akhir.
Bagaimana kau bisa berbahagia dengan umatmu, sementara aku bisa masuk ke dalam aliran darah mereka dan mereka tak bisa melihatku. Demi yang menciptakan diriku dan memberikan ku kesempatan hingga hari akhir, aku akan menyesatkan mereka semua. Baik yang bodoh, atau yang pintar, yang bisa membaca dan tidak bisa membaca, yang durjana dan yang shaleh, kecuali hamba Alloh yang ikhlas.�

Siapa orang yang ikhlas menurutmu ?�
Tidakkah kau tahu wahai Muhammad, bahwa barang siapa yang menyukai emas dan perak, ia bukan orang yang ikhlas. Jika kau lihat seseorang yang tidak menyukai dinar dan dirham, tidak suka pujian dan sanjunang, aku bisa pastikan bahwa ia orang yang ikhlas, maka aku meninggalkannya. Selama seorang hamba masih menyukai harta dan sanjungan dan hatinya selalu terikat dengan kesenangan dunia, ia sangat patuh padaku.
 
Iblis Dibantu oleh 70.000 anak - anaknya

Tahukah kamu Muhammad, bahwa aku mempunyai 70.000 anak. Dan setiap anak memiliki 70.000 syaithan.
Sebagian ada yang aku tugaskan untuk mengganggu ulama. Sebagian untuk menggangu anak � anak muda, sebagian untuk menganggu orang -orang tua, sebagian untuk menggangu wanta � wanita tua, sebagian anak -anakku juga aku tugaskan kepada para Zahid.
Aku punya anak ynag suka mengencingi telinga manusia sehingga ia tidur pada shalat berjamaah. tanpanya, manusia tidak akan mengantuk pada waktu shalat berjamaah.
Aku punya anak yang suka menaburkan sesuatu di mata orang yang sedang mendengarkan ceramah ulama hingga mereka tertidur dan pahalanya terhapus.
Aku punya anak yang senang berada di lidah manusia, jika seseorang melakukan kebajikan lalu ia beberkan kepada manusia, maka 99% pahalanya akan terhapus.
Pada setiap seorang wanita yang berjalan, anakku dan syaithan duduk di pinggul dan pahanya, lalu menghiasinya agar setiap orang memandanginya.
Syaithon juga berkata,�keluarkan tanganmu�, lalu ia mengeluarkan tangannya lalu syaithon pun menghiasi kukunya.
Mereka, anak � anakku selalu meyusup dan berubah dari satu kondisi ke kondisi lainnya, dari satu pintu ke pintu yang lainnya untuk menggoda manusia hingga mereka terhempas dari keikhlasan mereka.
Akhirnya mereka menyembah Allah tanpa ikhlas, namun mereka tidak merasa.
Tahukah kamu, Muhammad? bahwa ada rahib yang telah beribadat kepada Allah selama 70 tahun. Setiap orang sakit yang didoakan olehnya, sembuh seketika. Aku terus menggodanya hingga ia berzina, membunuh dan kufur.

 
Cara Iblis Menggoda

Tahukah kau Muhammad, dusta berasal dari diriku?
Akulah mahluk pertama yang berdusta.
Pendusta adalah sahabatku. barangsiapa bersumpah dengan berdusta, ia kekasihku.
Tahukah kau Muhammad?
Aku bersumpah kepada Adam dan Hawa dengan nama Alloh bahwa aku benar � benar menasihatinya.
Sumpah dusta adalah kegemaranku.
Ghibah (gossip) dan Namimah (Adu domba) kesenanganku.

 
Kesaksian palsu kegembiraanku.

Orang yang bersumpah untuk menceraikan istrinya ia berada di pinggir dosa walau hanya sekali dan walaupun ia benar. Sebab barang siapa membiasakan dengan kata � kata cerai, isterinya menjadi haram baginya. Kemudian ia akan beranak cucu hingga hari kiamat. jadi semua anak � anak zina dan ia masuk neraka hanya karena satu kalimat, CERAI.

Wahai Muhammad, umatmu ada yang suka mengulur ulur shalat. Setiap ia hendak berdiri untuk shalat, aku bisikan padanya waktu masih lama, kamu masih sibuk, lalu ia manundanya hingga ia melaksanakan shalat di luar waktu, maka shalat itu dipukulkannya kemukanya. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku biarkan ia shalat. Namun aku bisikkan ke telinganya �lihat kiri dan kananmu�, iapun menoleh. pada saat iatu aku usap dengan tanganku dan kucium keningnya serta aku katakan �shalatmu tidak sah� Bukankah kamu tahu Muhammad, orang yang banyak menoleh dalam shalatnya akan dipukul. Jika ia shalat sendirian, aku suruh dia untuk bergegas. ia pun shalat seperti ayam yang mematuk beras. jika ia berhasil mengalahkanku dan ia shalat berjamaah, aku ikat lehernya dengan tali, hingga ia mengangkat kepalanya sebelum imam, atau meletakkannya sebelum imam. Kamu tahu bahwa melakukan itu batal shalatnya dan wajahnya akan dirubah menjadi wajah keledai. Jika ia berhasil mengalahkanku, aku tiup hidungnya hingga ia menguap dalam shalat. Jika ia tidak menutup mulutnya ketika mnguap, syaithan akan masuk ke dalam dirinya, dan membuatnya menjadi bertambah serakah dan gila dunia. Dan iapun semakin taat padaku. Kebahagiaan apa untukmu, sedang aku memerintahkan orang miskin agar meninggalkan sholat. aku katakan padaknya, �kamu tidak wajib sholat, sholat hanya wajib untuk orang yang berkecukupan dan sehat. orang sakit dan miskin tidak, jika kehidupanmu telah berubah baru kau shalat.� Ia pun mati dalam kekafiran. Jika ia mati sambil meninggalkan sholat maka Allah akan menemuinya dalam Kemurkaan. Wahai Muhammad, jika aku berdusta Alloh akan menjadikanku debu. Wahai Muhammad, apakah kau akan bergembira dengan umatmu padahal aku mengeluarkan seperenam mereka dari islam?�
 
10 Hal Permintaan Iblis kepada Alloh SWT

Berapa hal yang kau pinta dari Tuhanmu?�
10 macam
apa saja?�
  1. Aku minta agar Alloh membiarkanku berbagi dalam harta dan anak manusia, Alloh mengizinkan. Alloh SWT berfirman,�berbagilah dengan manusia dalam harta dan anak. dan janjikanlah mereka, tidaklah janji setan kecuali tipuan.� (QS Al-Isra :64). Harta yang tidak dizakatkan, aku makan darinya. Aku juga makan dari makanan haram dan yang bercampur dengan riba, aku juga makan dari makanan yang tidak dibacakan nama Allah.
  2. Aku minta agar Alloh membiarkanku ikut bersama dengan orang yang berhubungan dengan istrinya tanpa berlindung dengan Alloh, maka setan ikut bersamanya dan anak yang dilahirkan akan sangat patuh kepada syaithon.
  3. Aku minta agar bisa ikut bersama dengan orang yang menaiki kendaraan bukan untuk tujuan yang halal.
  4. Aku minta agar Alloh menjadikan kamar mandi sebagai rumahku.
  5. Aku minta agar Alloh menjadikan pasar sebagai masjidku.  
  6. Aku minta agar Allah memberikanku saudara , maka Ia jadikan orang yang membelanjakan hartanya untuk maksiat sebagai saudaraku.
  7. Aku minta agar Alloh menjadikan pemabuk sebagai teman tidurku.
  8. Aku minta agar Alloh menjadikan syair sebagai Quranku.Allah berfirman, �Orang -orang boros adalah saudara � saudara syaithan. � (QS Al-Isra : 27).
  9.  Wahai Muhammad, aku minta agar Allah membuatku bisa melihat manusia sementara mereka tidak bisa melihatku.
  10. Dan aku minta agar Allah memberiku kemampuan untuk mengalir dalam aliran darah manusia.Allah menjawab, �silahkan�, dan aku bangga dengan hal itu hingga hari kiamat. Sebagian besar manusia bersamaku di hari kiamat.
Iblis berkata : �wahai muhammad, aku tak bisa menyesatkan orang sedikitpun, aku hanya bisa membisikan dan menggoda.� jika aku bisa menyesatkan, tak akan tersisa seorangpun�!!! Sebagaimana dirimu, kamu tidak bisa memberi hidayah sedikitpun, engkau hanya rasul yang menyampaikan amanah. Jika kau bisa memberi hidayah, tak akan ada seorang kafir pun di muka bumi ini. Kau hanya bisa menjadi penyebab untuk orang yang telah ditentukan sengsara. Orang yang bahagia adalah orang yang telah ditulis bahagia sejak di perut ibunya. Dan orang yang sengsara adalah orang yang telah ditulis sengsara semenjak dalam kandungan ibunya.

Rasulullah SAW lalu membaca ayat :
Mereka akan terus berselisih kecuali orang yang dirahmati oleh Allah SWT� (QS Hud :118 - 119) juga membaca,�Sesungguhnya ketentuan Allah pasti berlaku� (QS Al-Ahzab : 38)
Iblis lalu berkata:
Wahai Muhammad Rasulullah, takdir telah ditentukan dan pena takdir telah kering. Maha Suci Allah yang menjadikanmu pemimpin para nabi dan rasul, pemimpin penduduk surga, dan yang telah menjadikan aku pemimpin mahluk mahluk celaka dan pemimpin penduduk neraka. aku si celaka yang terusir, ini akhir yang ingin aku sampaikan kepadamu dan aku tak berbohong.

Itulah tugas-tugas dari Iblis/Syaithan, sehingga dari paparan di atas kita dapat mengetahui dan dengan sekuat tenaga dan fikiran, agar kita dapat mencegahnya agar tidak menuruti bisikan dan godaan Iblis/Syaithan.
Insya Allah.. Amiin..

Wa Allah a�lam..

Baca Juga: 


Sumber: http://islam.hanifanews.com/2013/03/perkataan-jujur-iblis-kepada-muhammad.html

Syekh Abdurrauf, Ulama Besar dan Terkenal Dari Aceh

Biografi Syekh Abdurrauf Singkil
Asalasah ~ Syekh Abdurrauf Singkil (Singkil, Aceh 1024 H/1615 M - Kuala Aceh, Aceh 1105 H/1693 M) adalah seorang ulama besar Aceh yang terkenal. Ia memiliki pengaruh yang besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatera dan Nusantara pada umumnya. Sebutan gelarnya yang juga terkenal ialah Teungku Syiah Kuala (bahasa Aceh, artinya Syekh Ulama di Kuala).

http://asalasah.blogspot.com/2013/03/syekh-abdurrauf-ulama-besar-dan-terkenal-dari-aceh.html
Syekh Abdurrauf Singkil
Nama lengkapnya ialah Aminuddin Abdul Rauf bin Ali Al-Jawi Tsumal Fansuri As-Singkili. Menurut riwayat masyarakat, keluarganya berasal dari Persia atau Arabia, yang datang dan menetap di Singkil, Aceh, pada akhir abad ke-13. Pada masa mudanya, ia mula-mula belajar pada ayahnya sendiri. Ia kemudian juga belajar pada ulama-ulama di Fansur dan Banda Aceh. Selanjutnya, ia pergi menunaikan ibadah haji, dan dalam proses pelawatannya ia belajar pada berbagai ulama di Timur Tengah untuk mendalami agama Islam.
 
Kitabnya yang berjudul Umtad Al Muhtajin membuka mata kita bagaimana Syeikh Kuala membangun jaringan intelektualnya. Gurunya tersebar dari Yaman, Qatar, Aden hingga dataran Hejaz. Ia belajar tidak hanya ilmu �lahir� saja tetapi juga ilmu�batin�. Kemasyuhrannya dalam penguasaan dua ilmu tersebut melahirkan banyak karya yang sampai sekarang masih menjadi bahan rujukan para ulama maupun cerdik pandai.

Syeikh Kuala memang bukan nama asing bagi masyarakat Aceh saja. Tetapi dikenal di seantero ranah Melayu dan dunia Islan international. Syeikh Kuala atau Syeikh Abdurauf Singkel adalah tokoh tasawuf juga ahli fikih yang disegani. Lelaki asal Sinkel, Fansur Aceh Utara ini dikenal sebagai salah satu ulama produktif. Karyanya banyak mulai tasawuf hingga fikih. Pengaruhnya sangat besar dalam perkembangan Islam di Nusantara. Tak salah kalau menghormati jasanya namanya diabadikan menjadi nama universitas di Banda Aceh.

Prof. Dr. Azyumardi Azra menyebutnya sebagai salah satu orang yang bertanggung jawab dalam membuka jaringan ulama Nusantara di dunia internasional. Berkat jasanya orang-orang Indonesia kemudian masuk dalam jajaran jaringan ulama dunia. Tidak salah kalau kemudian muncul nama-nama ulama besar seperti Syeikh Nawawi al Bantani, Syeikh Mahfudz At Tirimisi, dan lain-lain yang mempunyai reputasinya mendunia.
 
Ayahnya menjadi guru pertama dalam pengetahuan agama di Dayan (Madrasah) Simpang Kanan, di kawasan pedalaman Singkel. Selepas itu melanjutkan pendidikan ke sekolah tinggi di Barus (Dayan Tengku Chik) yang dipimpin oleh Hamzah Fansuri. Di sekolah ini beliau belajar ilmu agama, sejarah, mantik, falsafah, sastra Arab/Melayu dan juga bahasa Parsi.

Setelah tamat kemudian meneruskan pengajian ke sekolah Samudra Pasai yang dipimpin oleh Syeikh Syamsuddin As Samathrani. Sewaktu Syamsuddin diangkat menjadi Qadli Malikul Adil (Kadi Besar) pada zaman Sultan Iskandar Muda Darma Wangsa Perkasa Alam Syah, Abdurrauf bertolak ke Mekah dan merantau ke beberapa buah negara Asia Barat lain untuk mendalami ilmu di sana.

http://asalasah.blogspot.com/2013/03/syekh-abdurrauf-ulama-besar-dan-terkenal-dari-aceh.html
Sultanah Safiatuddin Tajul Alam
Tercatat Syeikh Abdurauf pernah menjadi mufti Kerajaan Aceh ketika zaman Sultanah Safiatuddin Tajul Alam (1641-1643). Atas dukungan Raja Safiatuddin, Abdurauf memulai perjalanan intelektualnya menuju tanah suci. Banyak pusat-pusat keilmuawan yang dikunjunginya sepanjang jalur perjalanan haji. Disamping itu, Syeikh Abdurauf tidak belajar secara formal dengan beberapa ulama. Perkenalannya dengan banyak tokoh ulama seperti Muhammad Al Babili dari Mesir dan Muhammad Al Barzanji dari Anatolia menjadi ladang pencarian ilmu secara informal.

Syeikh Muhammad Al Babili merupakan salah satu ulama Muhadis terkemuka kala itu di Haramain. Adapaun Syeikh Muhammad al Barzanji dikenal sebagai sufi tersohor. Syeikh Abdurrauf tinggal selama 19 tahun di Mekah.

Syeikh Abdurauf bercerita bahwa dirinya banyak mendapatkan ilmu �lahir� dari Syeikh Ibrahim bin Abdullah Jam�an di Bait al faqih dan Mauza�. Lewat gurunya ini, ia berkenalan dengan tokoh tarekat seperti Syeikh Ahmad Qusyaysi dan Syeikh Ibrahim al Kurani. Lewat keduanya Syeikh Abdurauf mendapatkan ijazah tarekat Syatariyah. Tentang gurunya ini syikh Abdurrauf menyebutnya sebagai pembimbing spiritual di jalan Allah.

Sekitar tahun 1622 M Abdurrauf pulang kampung. Ia kemudian mengajarkan tarikat Syathariyah di daerahnya. Banyak santri yang berdatangan untuk berguru. Muridnyapun berasal dari berbagai daerah di wilayah Nusantara. Diantara muridnya yang paling terkenal adalah Syikh Burhanuddin Ulakan Sumatera Barat dan Syeikh Abdullah Muhyi, Pamijahan, Jawa Barat.

Pengaruhnya sangat penting di kerajaan Aceh. Hingga di Aceh ada semacam kata-kata yang berbunyi �Adat bak peutus Merehom, Humkom bak Syiekh di Kuala� maksudnya, �Adat di bawah kekuasaan almarhum (raja), sementara syariat (Islam) di bawah Syeikh Kuala. Ayat ini mejelaskan betapa besarnya kuasa, peranan dan pengaruh Abdurrauf dalam pemerintahan ketika itu yang hampir sama besar dengan kuasa sultan. Ketika gabungan antara umara dan ulama inilah juga Aceh mencapai kegemilangan. Sementara itu Hamka yang juga ahli filosofi dan ulama moden Indonesia, di dalam tulisannya pernah menurunkan sebaris kata-kata yang dinukilkan oleh Fakih Shaghir seorang ulama terkenal di zaman Perang Paderi, yaitu nenek kepada Sheikh Taher Jalaluddin az-Azhari (meninggal dunia pada tahun 1956 di Kuala Kangsar), yang berbunyi: �Maka adalah saya Fakih Shaghir menerima cerita daripada saya punya bapa, sebabnya saya mengambil pegangan ilmu hakikat, kerana cerita ini adalah ia setengah daripada adat dan tertib waruk orang yang mengambil fatwa juga adanya. Yakni adalah seorang aulia Allah dan khutub lagi kasyaf lagi mempunyai keramat iaitu, di tanah Aceh iaitu Tuan Syeikh Abdurrauf.�

Tarekat Syattariyah
Menurut Syed Muhammad Naquib al-Attas, syaikh untuk Tarekat Syattariyah Ahmad al-Qusyasyi adalah salah satu gurunya. Nama Abdurrauf muncul dalam silsilah tarekat dan ia menjadi orang pertama yang memperkenalkan Syattariyah di Indonesia. Namanya juga dihubungkan dengan terjemahan dan tafsir Al-Qur�an bahasa Melayu atas karya Al-Baidhawi berjudul Anwar at-Tanzil Wa Asrar at-Ta'wil, yang pertama kali diterbitkan di Istanbul tahun 1884

Sebagai ulama tasawuf, Syeikh Abdurauf tidak dapat dipisahkan dari perkembangan tarekat Syatariyah. Hampir semua ordo tarekat Syatariyah di Nusantara silsilahnya berujung padanya. Tarekat ini tersebar mulai dari Aceh hinga ke Sumatera Barat. Kemudian berkembang menyusur ke Sumatera Selatan hingga Cirebon.

Dalam bertasawuf Abdurauf menganut paham bahwa satu-satunya wujud hakiki adalah Allah SWT. Alam ciptaan-Nya adalah bayangan , yakni bayangan dari wujud hakiki. Walaupun wujud hakiki (Tuhan) berbeda dengan wu jud bayangan (alam), terdapat keserupaan antara wujud ini. Tuhan melakukan tajali (penampakan diri dalam bentuk alam). Sifat-sifat Tuhan secara tidak langsung tampak pada manusia, dan secara relatif tampak sempurna pada Insan Kamil.

Syeikh Abdurauf juga sangat tidak sepakat dengan paham wahdatul wujud. Dalam bukunya yang berjudul Bayan Tajalli, Abdurrauf menyatakan bahwa betapapun asyiknya seorang hamba dengan Tuhan, Khalik dan makhluk tetap mempunyai arti sendiri. Banyak karya yang dihasilkan olehnya. Ada 21 kitab yang karya tulis telah dihasilkan yang terdiri dari 1 kitab tafsir, 2 kitab hadis, 3 kitab fiqih dan sisanya kitab tasawuf. Syeikh Abdurauf menulis dalam bahasa Arab dan Melayu. Kitab tafsirnya yang berjudul Turjuman Al Mustafid diakui sebagai kitab tafsir pertama yang dihasilkan di Indonesia dengan bahasa Melayu. Mir�at at Tulab fi Tahsil Ma�rifat Ahkam asy Syar�iyyah lil Malik al Wahhab merupakan salah satu kitabnya di bidang ilmu fiqih. Di dalamnya memuat berbagai persoalan fikih Madzhab Syafiie. Kitab ini juga menjadi panduan para kadi di kerajaan Aceh.

Di bidang tasawuf, karyanya natara lain Kifayatul Al Muhtajin, Daqaiq al Huruf, Bayan Tajalli, Umdat al Muhtajin dan Umdat al Muhatajin Suluk Maslak al Mufridin. Kitab yang terakhir ini merupakan karya terpenting Syeikh Abdurauf. Kitab Umdat al Muhtajin Suluk maslak al Mufridin terdiri dari tujuh bab. Isinya memuat antara lain memuat tentang zikir, sifat-sifat Allah dan Rasul-Nyadan asal usul mistik.

Pengajaran dan karya
Ia diperkirakan kembali ke Aceh sekitar tahun 1083 H/1662 M dan mengajarkan serta mengembangkan tarekat Syattariah yang diperolehnya. Murid yang berguru kepadanya banyak dan berasal dari Aceh serta wilayah Nusantara lainnya. Beberapa yang menjadi ulama terkenal ialah Syekh Burhanuddin Ulakan (dari Pariaman, Sumatera Barat) dan Syekh Abdul Muhyi Pamijahan (dari Tasikmalaya, Jawa Barat).

Karya-karya Abdurrauf Singkil yang sempat dipublikasikan melalui murid-muridnya. Di antaranya adalah:
  • Mir'at al-Thullab f� Tasyil Mawa'iz al-Bad�'rifat al-Ahk�m al-Syar'iyyah li Malik al-Wahhab. Karya di bidang fiqh atau hukum Islam, yang ditulis atas permintaan Sultanah Safiyatuddin.   
  • Tarjuman al-Mustafid. Merupakan naskah pertama Tafsir Al Qur�an yang lengkap berbahasa Melayu.   
  • Terjemahan Hadits Arba'in karya Imam Al-Nawawi. Kitab ini ditulis atas permintaan Sultanah Zakiyyatuddin.   
  • Mawa'iz al-Bad�'. Berisi sejumlah nasehat penting dalam pembinaan akhlak.   
  • Tanbih al-Masyi. Kitab ini merupakan naskah tasawuf yang memuat pengajaran tentang martabat tujuh.   
  • Kifayat al-Muhtajin il� Masyrah al-Muwahhidin al-Q�ilin bi Wahdatil Wujud. Memuat penjelasan tentang konsep wahadatul wujud.   
  • Daq�iq al-Hurf. Pengajaran mengenai taswuf dan teologi.
Wafat
Makam Beliau
Abdurrauf Singkil meninggal dunia pada tahun 1693, dengan berusia 73 tahun. Ia dimakamkan di samping masjid yang dibangunnya di Kuala Aceh, desa Deyah Raya Kecamatan Kuala, sekitar 15 Km dari Banda Aceh.

Baca Juga: 

Sumber: http://artikel.hanifanews.com/2012/09/syekh-abdurrauf-singkil-ulama-tasawuf.html

Hikmah Shalat : Bahagia, Sehat dan Umur Panjang

http://asalasah.blogspot.com/2013/03/hikmah-shalat-bahagia-sehat-dan-umur.htmlAsalasah ~ Diantara ibadah manakjubkan yang dilakukan oleh orang beriman adalah shalat dihadapan Allah SWT, apa manfaat shalat �.

Diantara ibadah manakjubkan yang dilakukan oleh orang beriman adalah shalat dihadapan Allah SWT, apa manfaat shalat? Adakah hubungannya dengan umur panjang dan kebahagiaan.. marilah kita merenung!!

Pada penelitian terbaru menegaskan bahwa menjaga shalat dapat memanjang usia, dan para ilmuwan juga menjelaskan bahwa dengan menunaikan shalat dapat mengobati berbagai goncangan tubuh dan jiwa, sebagaimana dapat mengobati badan dan mencegah kelemahan tubuh lalu mengembalikan vitalitas system kerja tubuh. Karena itu shalat dapat membantu menyembuhkan berbagai macam penyakit khususnya tekanan darah yang tinggi, menurunkan kolestrol berbahaya dalam darah, dan ini
 
semua dapat memberikan manusia ketenangan, vitalitas, semangat dan umur panjang. Dan subhanallah Allah telah menyebutkan kata shalat sebanyak 99 kali sesuai dengan jumlah asma ul-husna untuk menunjukkan akan pentingnya, urgensinya, keberkahannya dan keagungannya. Karena itu pula, disebutkan asma ul husna bersamaan dengan penyebutan kata shalat dalam satu ayat yang mulia. Allah SWT berfirman:

???? ??????? ??????? ???? ??????? ??????????? ?????? ??? ???????? ?????? ?????????? ?????????? ???? ???????? ?????????? ???? ????????? ????? ????????? ?????? ?????? ??????? 

Katakanlah: "Serulah Allah atau serulah Ar-Rahman. dengan nama yang mana saja kamu seru, Dia mempunyai Al asmaaul husna (nama-nama yang terbaik) dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan janganlah pula merendahkannya dan carilah jalan tengah di antara kedua itu". (Al-Isra:110)

Oleh: Abduldaem Al-Kaheel 

Baca Juga:  
Sumber: http://zilzaal.blogspot.com/2013/03/shalat-dan-umur-panjang.html#more

Kisah Kecerdasan Nabi Ibrahim As

http://asalasah.blogspot.com/2013/03/kisah-kecerdasan-nabi-ibrahim-as.htmlAsalasah ~ Apa yang membuat para nabi dan rasul menjadi orang yang demikian istimewa? Jawabannya adalah keberanian dan kecerdasan mereka dalam menentang adat jahiliyah masyarakatnya. Salah satu utusan Allah yang dapat kita simak kisahnya dalam al-Quran adalah Nabi Ibrahim as. Melalui al-Quran kita dapat menyimak dialog yang menyiratkan keberanian dan kecerdasan Nabi Ibrahim as. saat berdialog dengan ayahnya yang musyrik Azar, dengan kaumnya dan juga dengan Raja Namrudz.


Kepada ayahnya yang pembuat berhala, dan kaumnya yang menyembah berhala buatan ayahnya, Nabi Ibrahim mempertanyakan perbuatan mereka tersebut. Firman Allah:

    �Dan (ingatlah) di waktu Ibrahim berkata kepada bapaknya, Aazar, �Pantaskah kamu menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan? Sesungguhnya aku melihat kamu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.�(QS. al-An�am: 74).

Juga kepada Raja Namrudz saat Beliau ditangkap. Firman Allah:

     �Sebenarnya patung yang besar itulah yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara�. Maka mereka telah kembali kepada kesadaran mereka dan lalu berkata: �Sesungguhnya kamu sekalian adalah orang-orang yang menganiaya (diri sendiri)�,(TQS. Al Anbiya: 63-64).  bldirgantara.blogspot.com
  bldirgantara.blogspot.com
Apa  yang dilakukan para nabi dan rasul adalah teladan bagi kita di dalam berpikir, berucap dan bertindak. Mereka adalah para pendobrak arus utama kehidupan masyarakat. Mereka berani beda dalam menyikapi kebatilan yang sedang menjadi �trending topic�.  Ketika orang lain tenggelam dan membebek pada kebiasaan yang ada, para nabi dan rasul berani menyuarakan kebenaran.

Itu diawali dengan cara berpikir mereka yang sungguh cerdas; �mengapa orang-orang melakukan sesuatu yang tidak masuk di akal dan hanya mengikuti kebiasaan?� Nah, hal seperti ini yang harus kita ambil sebagai cara berpikir. Pada saat banyak orang melakukan �ini-itu� yang mereka tidak punya ilmu tentangnya, apalagi kemudian ternyata batil, seorang muslim semestinya memikirkannya dengan kritis.  Bertanya pada diri sendiri; apa layak saya mengikuti apa yang berkembang di masyarakat padahal itu bertentangan dengan prinsip hidup saya?

Keteladanan kedua yang patut kita ikuti dari para utusan Allah seperti Nabi Ibrahim yang mulia itu adalah keberanian untuk berdialog dengan orang lain. Ada orang yang cerdas dan tahu kebenaran akan tetapi sungkan untuk menyampaikannya kepada orang lain. Ini yang tidak dialami para nabi dan rasul. Mereka tidak malu apalagi takut untuk bertukar pikiran dengan orang lain demi menyebarkan kebenaran. Mereka yakin bahwa prinsip hidup mereka meski bertentangan dengan orang lain  � termasuk masyarakat � adalah yang benar, dan yang lain batil.  bldirgantara.blogspot.com

Mereka juga percaya bahwa dengan dialog itu akan dapat menyelamatkan kesalahan orang lain. Bila pun yang lawan dialognya tidak mau mengikuti keyakinannya, mereka tidak merasa rugi, karena yang penting tugas mereka sebagai penyampai gagasan yang benar sudah dilakukan.

Nah, maukah kita mengambil kemuliaan yang pernah diraih para nabi dan rasul? Insya Allah kita bisa melakukannya, dan Allah akan bersama kita.bld

Baca Juga: 



Sumber: http://zilzaal.blogspot.com/2013/03/ikmah-di-balik-perintah-nabi-untuk.html

Tata Cara Sholat Idul Adha

Tata Cara Sholat Idul Adha - LintasCinta.COM - Alhamdulillah update lagi kali ini akan berbagi Tata Cara Sholat Idul Adha., sebelumnya berbagi [Syarat Sahnya Kurban].

Tata Cara Sholat Idul Adha - Buat Anda yang belum tahu atau mengingat kembali karena lupa, ga salahnya kita sesama Umat Muslim saling mengingatkan untuk kebaikan, oleh karena itu LintasCinta.com akan berbagi Tata Cara Sholat Idul Adha, yang dikutip dari Muslim.or.id berikut ini:

Tata Cara Sholat Idul Adha
Tata Cara Sholat Idul Adha

Jumlah raka’at shalat Idul Fithri dan Idul Adha adalah dua raka’at. Adapun tata caranya adalah sebagai berikut:

Pertama: Memulai dengan takbiratul ihrom, sebagaimana shalat-shalat lainnya.

Kedua: Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak tujuh kali takbir -selain takbiratul ihrom- sebelum memulai membaca Al Fatihah. Boleh mengangkat tangan ketika takbir-takbir tersebut sebagaimana yang dicontohkan oleh Ibnu ‘Umar. Ibnul Qayyim mengatakan, “Ibnu ‘Umar yang dikenal sangat meneladani Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mengangkat tangannya dalam setiap takbir.

Ketiga: Di antara takbir-takbir (takbir zawa-id) yang ada tadi tidak ada bacaan dzikir tertentu. Namun ada sebuah riwayat dari Ibnu Mas’ud, ia mengatakan, “Di antara tiap takbir, hendaklah menyanjung dan memuji Allah.”Syaikhul Islam mengatakan bahwa sebagian salaf di antara tiap takbir membaca bacaan,

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَاَللَّهُ أَكْبَرُ . اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي وَارْحَمْنِي

“Subhanallah wal hamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar. Allahummaghfirlii war hamnii (Maha suci Allah, segala pujian bagi-Nya, tidak ada sesembahan yang benar untuk disembah selain Allah. Ya Allah, ampunilah aku dan rahmatilah aku).” Namun ingat sekali lagi, bacaannya tidak dibatasi dengan bacaan ini saja. Boleh juga membaca bacaan lainnya asalkan di dalamnya berisi pujian pada Allah Ta’ala.

Keempat: Kemudian membaca Al Fatihah, dilanjutkan dengan membaca surat lainnya. Surat yang dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah surat Qaaf pada raka’at pertama dan surat Al Qomar pada raka’at kedua. Ada riwayat bahwa ‘Umar bin Al Khattab pernah menanyakan pada Waqid Al Laitsiy mengenai surat apa yang dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika shalat ‘Idul Adha dan ‘Idul Fithri. Ia pun menjawab,

كَانَ يَقْرَأُ فِيهِمَا بِ (ق وَالْقُرْآنِ الْمَجِيدِ) وَ (اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ)

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca “Qaaf, wal qur’anil majiid” (surat Qaaf) dan “Iqtarobatis saa’atu wan syaqqol qomar” (surat Al Qomar).”

Boleh juga membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua. Dan jika hari ‘ied jatuh pada hari Jum’at, dianjurkan pula membaca surat Al A’laa pada raka’at pertama dan surat Al Ghosiyah pada raka’at kedua, pada shalat ‘ied maupun shalat Jum’at. Dari An Nu’man bin Basyir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرَأُ فِى الْعِيدَيْنِ وَفِى الْجُمُعَةِ بِ (سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الأَعْلَى) وَ (هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ الْغَاشِيَةِ) قَالَ وَإِذَا اجْتَمَعَ الْعِيدُ وَالْجُمُعَةُ فِى يَوْمٍ وَاحِدٍ يَقْرَأُ بِهِمَا أَيْضًا فِى الصَّلاَتَيْنِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca dalam shalat ‘ied maupun shalat Jum’at “Sabbihisma robbikal a’la” (surat Al A’laa) dan “Hal ataka haditsul ghosiyah” (surat Al Ghosiyah).” An Nu’man bin Basyir mengatakan begitu pula ketika hari ‘ied bertepatan dengan hari Jum’at, beliau membaca kedua surat tersebut di masing-masing shalat.

Kelima: Setelah membaca surat, kemudian melakukan gerakan shalat seperti biasa (ruku, i’tidal, sujud, dst).

Keenam: Bertakbir ketika bangkit untuk mengerjakan raka’at kedua.

Ketujuh: Kemudian bertakbir (takbir zawa-id/tambahan) sebanyak lima kali takbir -selain takbir bangkit dari sujud- sebelum memulai membaca Al Fatihah.

Kedelapan: Kemudian membaca surat Al Fatihah dan surat lainnya sebagaimana yang telah disebutkan di atas.

Kesembilan: Mengerjakan gerakan lainnya hingga salam.

Demikian Tata Cara Sholat Idul Adha semoga bermanfaat buat Anda semuanya, eh iya LintasCinta.COM mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri untuk semuanya yang merayakan.

Description: Tata Cara Sholat Idul Adha Rating: 4.5

Syarat Sahnya Kurban

Syarat Sahnya Kurban - LintasCinta.COM - Alhamdulillah update lagi kali ini akan berbagi informasi seputar Syarat Sahnya Kurban.

Syarat Sahnya Kurban - Apa saja sih Syarat Sahnya Kurban, pasti Anda bertanya-tanya, kalau yang sudah tahu sih tidak akan bertanya hehehe, ini buat yang belum tahu atau buat mengingat-ingat saja, supaya jadi lebih ingat. Enakkan kalau sudah tahu Syarat Sahnya Kurban, okey langsung saja di bawah ini ya, yang lintascinta.com kutip dari voa-islam.com berikut ini:

Syarat Sahnya Kurban
Syarat Sahnya Kurban

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah Subhanahu wa Ta'ala. Shalawat dan salam teruntuk hamba dan utusan-Nya, Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.

Udhiyyah atau berkurban termasuk salah satu syi'ar Islam yang agung dan termasuk bentuk ketaatan yang paling utama. Ia adalah syi'ar keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, dan realisasi ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya. Karenanya setiap muslim yang memiliki kelapangan rizki hendaknya ia berkurban.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,

مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

"Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim, namun hadits ini mauquf)

Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memberi teladan, beliau senantiasa melaksanakannya. Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu 'Anhuma, “Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam selama sepuluh tahun tinggal di Madinah, beliau selalu menyembelih kurban.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, sanadnya hasan)

Diriwayatkan dalam Shahihain, “Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkurban dua ekor domba yang putih dan bertanduk. Beliau menyembelih sendiri dengan kedua tangannya sambil menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di samping lehernya.”

Syarat-syarat Kurban

Diantara urusan kurban yang harus diketahui oleh seorang mudhahhi adalah syarat-syaratnya. Apa yang harus dipenuhi oleh pengorban dari ibadah kurbannya:

Pertama, hewan kurban harus dari hewan ternak; yaitu unta, sapi, kambing atau domba. Hal ini berdasarkan sabda firman Allah Ta'ala,

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ

"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka." (QS. Al-Hajj: 34)

Bahimah An'am: unta, sapi, dan kambing. Ini yang dikenal oleh orang Arab sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan, Qatadah, dan selainnya.

Kedua, usianya sudah mencapai umur minimal yang ditentukan syari'at. Yakni sudah musinnah, kecuali bagi domba boleh jadza'ahnya. Ini berdasarkan sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

لَا تَذْبَحُوا إِلَّا مُسِنَّةً إِلَّا أَنْ يَعْسُرَ عَلَيْكُمْ فَتَذْبَحُوا جَذَعَةً مِنْ الضَّأْنِ

"Janganlah kalian menyembelih kecuali Musinnah (kambing yg telah berusia dua tahun), kecuali jika kalian kesulitan mendapatkannya, maka sembelihlah domba jadza'ah." (HR. Muslim dari sahabat Jabir bin Abdillah Radhiyallahu 'Anhu)

Dari Al-Barra' Radhiyallahu 'Anhu, berkata: "Pada suatu hari Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam mengerjakan shalat, setelah itu beliau bersabda:

مَنْ صَلَّى صَلَاتَنَا وَاسْتَقْبَلَ قِبْلَتَنَا فَلَا يَذْبَحْ حَتَّى يَنْصَرِفَ فَقَامَ أَبُو بُرْدَةَ بْنُ نِيَارٍ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَعَلْتُ فَقَالَ هُوَ شَيْءٌ عَجَّلْتَهُ قَالَ فَإِنَّ عِنْدِي جَذَعَةً هِيَ خَيْرٌ مِنْ مُسِنَّتَيْنِ آذْبَحُهَا قَالَ نَعَمْ ثُمَّ لَا تَجْزِي عَنْ أَحَدٍ بَعْدَكَ

"Barangsiapa mengerjakan shalat seperti shalat kami, dan menghadap kiblat kami, hendaknya tidak menyembelih binatang kurban sehingga selesai mengerjakan shalat.” Lalu Abu Burdah bin Niyar berdiri dan berkata; “Wahai Rasulullah, padahal aku telah melakukannya.” Beliau bersabda: “Itu adalah ibadah yang kamu kerjakan dengan tergesa-gesa.” Abu Burdah berkata; “Sesungguhnya aku masih memiki Jadza’ah dan dia lebih baik daripada dua Musinnah, apakah aku juga harus menyembelihnya untuk berkurban? Beliau bersabda: “Ya, namun hal itu tidak sah untuk orang lain setelahmu.” (HR. al-Bukhari)

Musinnah sama dengan istilah Tsaniyyah, yakni hewan dengan usia tertentu yang mencakup unta, sapi dan kambing. An-Nawawi berkata; "Para ulama berkata; Musinnah adalah Tsaniyyah dari segala sesuatu yakni dari unta, sapi dan kambing atau lebih." (Syarah An-Nawawi ‘Ala Muslim, vol 13 hlm 117)

Dalam Mu’jam Lughati Al-Fuqaha’ (I/188) disebutkan: "Tsaniyy adalah setiap hewan yang tanggal gigi serinya. Jamaknya Tsina’ dan Tsunyan. Bentuk lainya Tsaniyyah yang dijamakkan menjadi Tsaniyyat. Tsaniyy dari unta adalah unta yang genap berusia lima tahun, dari sapi yang genap dua tahun dan dari kambing yang genap satu tahun (Mu’jam Lughoti Al-Fuqoha’, vol 1/hlm 188)

Perician dari usia minimalnya:

- Unta: sudah genap 5 tahun
- Sapi: sudah genap 2 tahun
- Kambing: sudah genap 1 tahun
- Jadza'ah domba: sudah genap setengah tahun.

Tidak sah kurban yang usianya di bawan ketentuan di atas.

Ketiga, Hewan kurban terbebas dari aib/cacat. Di dalam nash hadits ada ada empat cacat yang disebutkan:
- Aur Bayyin (buta sebelah yang jelas)
- Araj Bayyin (kepincangan yang jelas)
- Maradh Bayyin (sakit yang jelas)
- Huzal (kekurusan yang membuat sungsum hilang).

Jika hewan kurban terkena salah satu atau lebih dari empat macam aib ini, maka hewan tersebut tidak sah dijadikan sebagai hewan kurban.

Dari Al-Bara’ bin ‘Azib berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam ditanya, ‘Apa yang harus dijauhi untuk hewan kurban?‘ Beliau memberikan isyarat dengan tangannya lantas bersabda: “Ada empat.” Barra’ lalu memberikan isyarat juga dengan tangannya dan berkata; “Tanganku lebih pendek daripada tangan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam:

الْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا وَالْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا وَالْعَجْفَاءُ الَّتِى لاَ تُنْقِى

"(empat perkara tersebut adalah) hewan yang jelas-jelas pincang kakinya, hewan yang jelas buta sebelah, hewan yang sakit dan hewan yang kurus tak bersumsum.” (H.R.Malik)

Dari ‘Ubaid bin Fairuz berkata: Aku pernah bertanya kepada Al Bara` bin ‘Azib; sesuatu apakah yang tidak diperbolehkan dalam hewan kurban? Kemudian ia berkata; Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pernah berdiri diantara kami, jari-jariku lebih pendek daripada jari-jarinya dan ruas-ruas jariku lebih pendek dari ruas-ruas jarinya, kemudian beliau berkata:

أَرْبَعٌ لاَ تَجُوزُ فِى الأَضَاحِى الْعَوْرَاءُ بَيِّنٌ عَوَرُهَا وَالْمَرِيضَةُ بَيِّنٌ مَرَضُهَا وَالْعَرْجَاءُ بَيِّنٌ ظَلْعُهَا وَالْكَسِيرُ الَّتِى لاَ تَنْقَى

“Empat perkara yang tidak boleh ada di dalam hewan-hewan kurban; yaitu buta sebelah matanya yang jelas kebutaannya, pincang yang jelas pincangnya, sakit yang jelas sakitnya, dan pecah kakinya yang tidak memiliki sumsum. ‘Ubaid berkata; aku katakan kepada Al Bara`; Aku tidak suka pada giginya terdapat aib. Ia berkata; apa yang tidak engkau sukai maka tinggalkan dan janganlah engkau mengharamkannya kepada seseorang." (HR. Abu Dawud)

Keempat, Hewan tersebut benar-benar dimiliki oleh orang yang berkurban atau yang diizikan dikurbankan atas namanya oleh syariat atau oleh orang yang memilikinya. Tidak sah kurban orang yang tidak memilikinya secara sah seperti hewan kurban yang dicuri, dikuasai dengan cara batil, dan semisalnya. Sebabnya tidak sah ibadah taqarrub kepada Allah dengan maksiat kepada-Nya. kurban pengasuh anak yatim yang diambil dari hartanya sah jika berkurban telah menjadi rutinitas dan akan bersedih jika tidak ada hewan kurban. Begitu juga sah kurban orang yang mewakili dari harta orang yang diwakilinya dengan izinnya. (Syaikh Utsaimin dalam Risalah Ahkam Udhiyyah wa Dzakah)

... Tidak sah kurban orang yang tidak memilikinya secara sah seperti hewan kurban yang dicuri, dikuasai dengan cara batil, dan semisalnya. . .

Kelima, tidak ada hak orang lain pada harta hewan kurban tersebut, maka tidak sah kurban dari hewan yang digadai.

Keenam, menyembelihnya pada waktu yang telah ditentukan oleh syariat. Yaitu setelah shalat Ied sampai terbenamnya matahari dari hari tasyriq terakhir (tanggal 13 Dzulhijjah). Maka waktu menyembelih hewan kurban ada empat hari: hari idul Adha sesudah shalat dan tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan ayyam Tasyriq. Maka siapa yang menyembelih sebelum shalat ied selesai atau sesudah matahari di tanggal 13 terbenam, tidak sah kurbannya.

Dari Sahabat al-Barra' bin 'Azib Radhiyallahu 'Anhu, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Sesungguhnya yang pertama kali kita mulai pada hari ini adalah shalat. Kemudian kita pulang lalu menyembelih hewan qurban. Barangsiapa berbuat demikian maka dia telah sesuai dengan sunnah kami. Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka itu adalah daging yang diberikan untuk keluarganya dan tidak termasuk nusuk (ibadah qurban) sedikitpun." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan lagi dari Jundub bin Sufyan al-Bajali Radhiyallahu 'Anhu, berkata: Aku menyaksikan Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada hari nahar (penyembelihan) bersabda:

مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُعِدْ مَكَانَهَا أُخْرَى وَمَنْ لَمْ يَذْبَحْ فَلْيَذْبَحْ

"Siapa yang menyembelih sebelum shalat maka hendaknya ia mengganatinya dengan hewan kurban yang lain, dan siapa yang belum berkurban henwaknya ia berkurban." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam Shahih Muslim, dari hadits Nubaisyah al-Hudzaliy Radhiyallahu 'Anhu berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda;

أَيَّامُ التَّشْرِيْقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ

"Hari-hari tasyriq adalah hari-hari makan, minuman." (HR. Muslim)

... waktu menyembelih hewan kurban ada empat hari: hari idul Adha sesudah shalat dan tiga hari sesudahnya yang dikenal dengan ayyam Tasyriq. . .

Namun siapa mendapati udzur sehingga harus mengakhirkannya sesudah hari tasyriq seperti hewan kurban lepas dan tidak lekas ditemukan kecuali setelah habisnya waktu penyembelihan atau hewan tersebut dititipkan kepada orang untuk menyembelihnya lalu orang tersebut lupa sehingga habis waktunya, maka tidak apa-apa hewan tersebut disembelih sesudah lewat waktunya karena udzur tadi. Hal ini diqiaskan kepada orang yang tertidur dari shalat atau lupa, maka ia boleh shalat sewaktu terbangun dan di saat sudah ingat. (Disarikan dari Risalah Ahkam Udhiyyah wa Dzakah, Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin)

Dibolehkan juga menyembelih hewan kurban pada siang atau malam hari, sementara menyembelih di siang hari itu lebih utama. Segera menyembelih sesudah khutbah Idul Adha itu paling utama. Setiap hari penyembelihan lebih utama dari hari sesudahnya karena itu bentuk bersegera kepada perbuatan baik. Wallahu Ta'ala A'lam.

Demikian informasi Syarat Sahnya Kurban semoga bermanfaat buat anda semuanya. dan LintasCinta.com tak lupa juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha ya untuk semunya.

Description: Syarat Sahnya Kurban Rating: 4.5